Gelombang Pasang Naik ke Daratan, Rumah Warga Digenangi Air Laut

299
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Cuaca ekstrim di Natuna, Selasa (18/10), menimbulkan kecemasan warga yang tinggal di pulau-pulau. Pasalnya air laut naik dan sudah menggenangi pekarangan rumah.

Kekawatiran gelombang pasang ini terjadi di Pulau Laut dan Pulau Serasan. Gelombang sudah setengah meter menggenangi pekarangan rumah yang tinggal di pesisir pantai.

Bambang warga Pulau Laut mengaku, cuaca ekstrim belum merusak rumah warga. Namun gelombang tinggi menyebabkan air laut menggenangi rumah warga setinggi setengah meter.

“Saat ini belum ada kerusakan akibat gelombang tinggi. Tapi kami sudah waspadai cuaca makin buruk, supaya bisa ngungsi ke bukit,” tutur Bambang.

Kondisi serupa dialami rumah penduduk di sekitar pantai di Pulau Serasan. Bahkan saat penumpang kapal pelni yang lego jangkar kesulitan menurunkan penumpang.

Kapolsek Serasan AKP Benhur Gultom mengatakan, cuaca buruk menyulitkan pompong merapat ke kapal pelni KM Bukit Raya. Bahkan pompong sulit merapat ke pelabuhan untuk menurunkan penumpang.

Selama ini, penumpang Pelni di Serasan memang harus merapat dengan menggunakan pompong, karena alur Pelabuhan Serasan hingga kini belum bisa dirapati Kapal Pelni karena faktor kedangkalan. Pelni biasanya hanya lego jangkar di laut.

Menurut Gultom, terkait cuaca buruk ini pihaknya juga sudah memberikan imbauan peringatan untuk tidak melaut kepada nelayan.

“Kami sudah dapat data dari Stasiun Meteorologi, kami berikan imbauan,” kata Gultom.

Sejauh ini ditambahkannya, tidak ada kerugian material yang signifikan karena cuaca ekstrem, hujan, dan angin kencang ini. Hanya saja beberapa atap rumah warga sempat diterbangkan angin. Rumah warga di pinggir laut banyak yang terendam saat pasang.

“Air laut memang pasang, karena diakibatkan angin kencang dan hujan secara berturut-turut,” ujarnya.

Sebelumnya Prakirawan BMKG Ranai, Asrul Saparudin mengatakan, dalam beberapa hari kedepan cuaca buruk di wilayah Natuna. Gelombang laut diprediksi mencapai 2,5 meter.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar