Jaring Supir Masuk BPJS TK, Anggota Organda Gratis Premi 3 Bulan

323
Pesona Indonesia
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ikut memotivasi armada Organda agar lebih sadar terhadap perlindungan diri, Selasa (18/10). Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ikut memotivasi armada Organda agar lebih sadar terhadap perlindungan diri, Selasa (18/10). Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Kesadaran tentang perlindungan diri bagi pekerja belum menyasar semua golongan. Sebab itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merasa perlu lebih giat lagi mengingatkan tentang pentingnya sebuah perlindungan diri bagi pekerja tanpa terkecuali. Kali ini, mereka menggandeng Organda Tanjungpinang untuk memastikan barisan armadanya dilindungi dari segala hal yang tak diinginkan selama bekerja.

Humas DPP Organda, Syaiful pun mengamini hal tersebut. “Perlindungan terbaik tentu kepada diri sendiri sebelum melindungi keluarga di rumah,” kata Syaiful pada sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan, kemarin.

Pria yang pernah lama menjabat sebagai Ketua DPC Organda Tanjungpinang ini menambahkan, perlindungan terhadap diri sendiri adalah sebuah cara nyata mencintai keluarga di rumah. Karena pernah pada suatu kali, kedapatan seorang sopir pelabuhan meninggal ketika bekerja dan tidak ada tunjangan yang bisa diterima selain bantuan patungan sesama awak Organda.

“Saya tidak ingin hal semacam itu terjadi lagi. Mari menyambut baik niatan BPJS Ketenagakerjaan ini yang bahkan sudah membebaskan premi tiga bulan pertama buat bapak-bapak semua,” ucap Syaiful.

Hal ini ikut diamini pula oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Kata dia, jaminan perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya bukan buat para pekerja. Melainkan untuk keluarga di rumah. “Ya kita semua memang tidak pernah ada yang tahu umur. Kalau tiba-tiba saja diambil, kita bisa apa? Apa yang mau ditinggalkan buat istri dan anak di rumah?” ucap Lis.

Sebab itu, Lis juga mengajak agar armada Organda Tanjungpinang bisa berpartisipasi secara aktif. Mengingat premi tiga bulan pertama sudah terbayarkan. Tinggal melanjutkan premi di bulan keempat. “Yang harganya bahkan jauh lebih murah dari rokok sebungkus,” ungkap Lis.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Jefri Iswanto, mengatakan tujuan sosialisasi ini guna memberikan pencerahan bagi masyarakat luas, terutama bagi para pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau sektor informal.

“Sosialisasi ini juga dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan BPJS Kesehatan,” ungkapnya

Menurut Jefri, BPJS Ketenagakerjaan merupakan program yang wajib diikuti tidak hanya oleh pekerja di sektor Penerima Upah (PU) namun juga wajib diikuti oleh pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Di antaranya para sopir angkutan, pedagang, petugas parkir, nelayan, asisten rumah tangga, pekerja mandiri dan banyak profesi lain.

Untuk pendaftarannya sendiri bukan hal yang rumit. Jefri menjelaskan peserta hanya cukup melampirkan KTP dan nomor telepon tenaga kerja. Kemudian iurannya juga diyakininya tidak akan menguras isi dompet.

“Iurannya sangat kecil, hanya Rp 16. 800 untuk program JKK dan JKM. Sedangkan jika calon peserta mau mengikuti Jaminan Hari Tua (JHT) cukup tambah Rp 20 ribu, jadi jika bisa mengikuti program ketiganya total iuran hanya Rp 36.800 per bulan,” jelas Jefry. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar