La Nina Pengaruhi Inflasi September

inflasibatampos.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang terus berupaya menekan laju inflasi. Pasalnya fenomena La Nina sejak awal triwulan keempat tahun ini ikut memengaruhi pertumbuhan inflasi. Disebutkan bahwasanya, catatan pergerakan inflasi pada September lalu mencapai 0,13 persen.

“Peningkatan inflasi yang terjadi masih dipengaruhi oleh dampak curah hujan yang tinggi akibat fenomena La Nina,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan, Ali Hisyam pada rapat rutin TPID di Senggarang, Selasa (18/10).

Curah hujan yang tinggi ini memerlukan kiat khusus untuk mengatasi. Lebih lanjut Hisyam menjelaskan bahwasanya persediaan barang pada musim penghujan mesti dilihat sebagai hal penting untuk diantisipasi bersama. Hal ini, kata dia, demi menekan pertumbuhan laju inflasi.

Upaya antisipasi peningkatan inflansi yang dilakukan TPID, sambung Hisyam, adalah dengan mengindikasikan rencana aksi 4K, yakni memastikan ketersediaan pasokan komoditias, menjaga kelancaran distribusi, memastikan keterjangkauan harga, dan melakukan komunikasi kebijakan pengendalian inflasi. Aksi 4K ini harus terjadwal selama tiga bulan sampai tutup tahun.

“Tetap lakukan pemantauan secara rutin dan mendorong pedagang untuk mempersiapkan buffer stock, mendorong gerakan urban farming yang lebih masif. Mengadakan pengumuman tentang perkembangan harga melalui optimalisasi pusat harga pangan strategis (PIHPS) yang dikoordinasi oleh Dinas Perindustrian Perdagangan,” ujar Hisyam.

Sementara itu, Yuda perwakilan Bulog Kota Tanjungpinang memastikan ketersediaan beras di pasaran terpenuhi sampai Bulan maret 2017. Melaui rapat ini Bulog juga mengimbau masyarakat yang ingin menjadi distributor beras premium bisa melakukan kerjasama dengan bulog.

“Tinggal hubungi kami dan bisa segera diurus suplai barangnya,” ungkapnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar