Minta Amin Rais Diperiksa, Kapolri: Jangan Percaya, Itu Berita Bohong

423
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan pers. Foto Yudha/pojoksatu
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan pers. Foto Yudha/pojoksatu

batampos.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah dirinya memberikan arahan untuk memeriksa mantan Ketua Umum PAN, Amin Rais. Tito menegaskan berita tersebut bohong.

Ia pun sudah memerintahkan jajarannya untuk menelusuri sumber berita tersebut. Ternyata penyebaran kabar miring tersebut berasal dari situs www.lontebola.com.

“Jadi saya minta untuk tidak dipercaya. Karena itu berasal dari medsos. Kemudian yang soal Pak Amien Rais itu juga dari Medsos yang juga enggak jelas, maaf, www.lontebola.com, mohon maaf ya, memang seperti itu. Kita lagi lacak ini dari siapa ini,” kata Tito di Mabes Polri, Rabu (19/10/2016).

Tito menduga, motif pelaku yang saat ini sedang diburu polisi bertujuan untuk menyudutkan dirinya dan lembaga kepolisian.

“Ya mungkin sengaja ingin menyudutkan mungkin, saya kurang tahu ya,” imbuh Toto.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, dirinya telah memerintahkan jajarannya untuk memburu penyebar berita bohong itu. Sebab, berita yang mencatut nama Kapolri itu palsu alias hoax.

“Hingga saat ini, Subdit Cyber Crime Mabes Polri terus mengejar penyebar berita hoax itu. Jerat hukum juga sudah menanti,” ungkap Ari.

Sejak Sabtu (15/10/2016) pagi memang ada dua berita tentang Kapolri yang sempat viral di media sosial. Yang pertama adalah “Arahan Kapolri” yang terdiri dari 14 poin instruksi terkait dengan pilkada DKI 2017.

Sedangkan berita hoax lainnya adalah pemberitaan tentang perintah Tito agar Polri memeriksa mantan Ketua MPR Amien Rais terkait aksi demo menolak Basuki T Purnama alias Ahok di Jakarta, Jumat (14/10/2016). Amien memang ikut berorasi dalam demonstrasi itu.

Menurut Ari, penyebar berita hoax itu bukan hanya menyerang Kapolri. Sebab, penyebar berita palsu itu juga mencederai institusi dan kondisi keamanan yang mulai kondusif usai demonstrasi.

“Kondisi yang sudah mulai kondusif seperti saat ini, jangan lagi ada yang mencoba untuk memancing di air keruh. Kita akan kejar karena para penyebar hoax sama saja menginginkan agar situasi secara nasional menjadi tidak nyaman,” ungkap Ari.

Ari juga mengatakan jajarannya sudah menemukan lokasi munculnya pemberitaan terkait arahan Kapolri.

Berita itu muncul di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Barat (Jabar). Ari berencana memanggil penyebar berita hoax tersebut. (pojoksatu)

Respon Anda?

komentar