Ngaku Anggota Polisi Bertugas di BNN, Pria Ini Peras Warga

470
Pesona Indonesia
Ade Putra, pelaku penipuan berkedok anggota polisi diamankan jajaran Polsek Lubukbaja. Foto: eggi/batampos.co.id
Ade Putra, pelaku penipuan berkedok anggota polisi diamankan jajaran Polsek Lubukbaja. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ade Putra, pria berusia 25 tahun yang mengaku sebagai salah seorang anggota kepolisian yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) dibekuk Jajaran Polsek Lubukbaja karena melakukan pemerasan dan penipuan terhadap warga.

Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati dalam ekspose yang dilakukan di halaman Mapolsek Lubukbaja mengungkapkan, Ade menipu korbannya saat mengisi BBM di SPBU Pelita. Ia melihat sepeda motor korban dengan plat nomor yang tidak terpasang, kemudian pelaku menghampiri korban.

Saat mengahampiri korbannya, kemudian pelaku mengatakan kepada korban jika sepeda motor yang dipakai oleh korban sedang dalam keadaan bermasalah dengan pihak leasing dan telah dilaporkan ke Polresta Barelang. Ia mengaku anggota polisi.

“Mendengarkan sepeda motornya bermaslah, kemudian korban pun merasa ketakutan karena akan dibawa ke Polresta Barelang,” ujar Putu.

Melihat korbannya yang ketakutan karena akan dibawa ke Polresta Barelang, pelaku pun menawarkan uang damai kepada korban sebesar Rp 5 juta.

“Karena korban takut pada saat itu. Lalu korban pun mengiyakan permintaan pelaku,” jelasnya.

Setelah korbannya setuju dengan permintaan pelaku, kemudian pelaku mengajak korban ke rumahnya untuk mengambil uang sebesar Rp 5 juta yang telah disepakati sebelumnya.

Kemudian sesampainya di rumah korban, pada saat itu korban hanya memiliki uang sebesar Rp 1,1 juta dan kemudian menuju ke ATM untuk membayar sisa uang yang telah disepakati.

“Kemudian korban bersama pelaku ke ATM untuk menebus sisa uang yang diminta oleh pelaku,” katanya.

Setelah membayar uang sejumlah Rp 5 juta, beberapa hari berselang akhirnya korban pun sadar bahwa ia telah menjadi korban pemerasan dan penipuan oleh pelaku.

“Kemudian korban melaporkan ke kami tanggal 13, sementara kejadian tanggal 7. Setelah dapat laporan, kemudian kita lidik dan mengamankan pelaku,” terangnya.

Sementara itu dari pengakuan pelaku, ia telah melakukan penipuan sebanyak lima kali. Setiap korbannya, pelaku meminta uang sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Sejauh ini sudah lima orang. Satu orang saya minta uang 300 atau 200 ribu,” ungkapnya.

Untuk modusnya sendiri, pelaku selalu mengincar korban yang membawa sepeda motor yang dalam keadaan bermasalah.

“Kemudian korban berikan uang karena ketakutan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan diancam dengan penjara 9 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara selama 4 tahun.

Sementara pengakuannya sebagai anggota polisi yang bertugas di BNN masih diselidiki. (eggi)

Respon Anda?

komentar