Pemulangan TKI Jadi Wewenang Penuh Kemensos, Dinsos Tanjungpinang Bernapas Lega

230
Pesona Indonesia
Para pekerja perempuan yang dipulangkan dari Malaysia tiba di Tanjungpinang, akhir bulan lalu. Tahun depan, pemulangan TKIB jadi wewenang penuh Kemensos RI. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Para pekerja perempuan yang dipulangkan dari Malaysia tiba di Tanjungpinang, akhir bulan lalu. Tahun depan, pemulangan TKIB jadi wewenang penuh Kemensos RI. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Dari tahun ke tahun Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Tanjungpinang masih ikut cawe-cawe mengurus kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Bermasalah. Tentu ikut pula menanggung honor satuan petugas (satgas) yang bekerja secara khusus menangani kepulangan pekerja ilegal di negara jiran ini ke kampung halamannya. Namun, 2016 jadi tahun terakhir Dinsosnaker Tanjungpinang cawe-cawe perihal ini.

Sebab Kepala Dinsosnaker, Surjadi mengungkapkan, terhitung 2017 mendatang, segelah teknis pemulangan TKI-B dari negara jiran, transit di Tanjungpinang, hingga ke kampung halaman jadi wewenang penuh Kementerian Sosial.

“Semuanya. Kami tidak lagi keluar duit apa pun. Semuanya jadi urusan Kemensos. Kami nol rupiah mulai tahun depan,” kata Surjadi, Selasa (18/10).

Ini tentu merupakan kabar gembira. Dengan begitu anggaran yang selama ini dialokasikan untuk teknis kepulangan TKI-B dapat dialihkan pada program-program lain. Surjadi menyebutkan, setidaknya tiap tahun Dinsosnaker Tanjungpinang mengucurkan sekitar Rp 300 juta untuk honor Satgas Pemulangan TKI-B yang ada di Tanjungpinang.

Sejak tahun depan pula, honor tersebut bukan jadi kewajiban Pemko Tanjungpinang. Sebab selain teknis yang jadi wewenang penuh Kemensos, soal honor akan diambil tanggung jawabnya di tingkat Pemerintah Provinsi Kepri.

“Jadi kami ya tinggal bantu-bantu sedikit soal koordinasi saja. Tapi tetap tidak menganggarkan apa pun untuk tahun depan,” ungkap mantan Kepala Satpol PP Tanjungpinang ini.

Berdasarkan data resmi di Dinsosnaker, hingga September setidaknya telah dipulangkan lebih dari 13 ribu TKIB. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat drastis hingga akhir triwulan keempat. “Dari seluruh jumlah itu, paling tidak ada lebih dari tiga ratus bocah yang tergabung dalam rombongan deportasi,” ujar Surjadi.

Bila ditotal sedari awal proses penampungan TKIB di Tanjungpinang sebelum dipulangkan yang sudah berkali-kali terulang setiap tahun, Surjadi menaksir ada lebih dari seratus ribu orang. Jumlah yang bukan main-main untuk sebuah kerja tambahan pemerintah daerah. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar