Penambang Boat Pancung Keberatan Aturan Penggunaan Life Jacket

290
Pesona Indonesia
Kasat Polair Polres Tanjungpinang, Iptu Suardi, memasangkan life jacket Kke penumpang di Pelantar I Tanjungpinang, Foto: Osias De/Batampos
Kasat Polair Polres Tanjungpinang, Iptu Suardi, memasangkan life jacket Kke penumpang di Pelantar I Tanjungpinang, Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Penambang boat pancung di Pelantar I Tanjungpinang, yang melayari Tanjungpinang – Senggarang, meminta Pemko Tanjungpinang untuk membelikan life jacket. Hal itu, karena life jacket yang tersedia saat ini masih kurang.

Wakil Ketua Penambang boat pancung Pelantar I, Ferry Rahmadi, mengatakan pihaknya tidak meminta diberikan life jacket tersebut secara gratis. Namun, mereka siap membayar dengan cara mencicil.

”Harga satu life jacket itu Rp 100 ribu. Sementara satu boat itu kami membawa 10 penumpang. Kami tidak sanggup untuk membelinya. Kami tidak minta secara cuma-cuma,”ujar Ferry, Selasa (18/10).

Dikatakan Ferry, saat ini life jacket yang tersedia bagi penambang boat di Pelantar I hanya 40 buah dan itu hanya dapat digunakan untuk empat boat yang mengangkut penumpang.

”Penambang di sini yang aktif sekitar 50 orang. Sementara jika mengangkut penumpang kami harus berebutan untuk menggunakan pelampung karena tidak cukup,” kata Ferry.

Diterangkan Ferry, pihaknya keberatan dengan aturan wajib penggunaan life jacket, jika pemerintah belum bisa mencarikan solusinya. Selain itu, para penambang juga meminta tenggat waktu menertibkan penumpang yang tidak atau belum mau menggunakan life jacket saat dilaut.

”Keberatan kami itu, karena diwajibkan memakai pelampung. Sementara ketersediannya juga tidak cukup. Kami bisa tegas ke penumpang, tapi cukupi dulu. Kadang kami repot juga ada penumpang yang gak mau pakai pelampung,” ucapnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar