Penambang Pasir Ilegal di Bintan Ditangkap Polisi

440
Pesona Indonesia
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan menunjukkan tersangka dan barang bukti yang diamankan di Mapolres Bintan, Selasa (18/10). Foto: Humas Polres Bintan.
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan menunjukkan tersangka dan barang bukti yang diamankan di Mapolres Bintan, Selasa (18/10). Foto: Humas Polres Bintan.

batampos.co.id – Satreskrim Polres Bintan menangkap penambang pasir ilegal, Siokiang, 35, di lokasi tambang miliknya, di Kampung Sekuning, RT 03/RW 04, Desa Seri Bentan, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (17/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Informasi di lapangan, pengusaha besar pertambangan di bagian utara Bintan itu sudah menjalankan aktivitasnya mengeruk hasil bumi sejak 2010 lalu. Bahkan hasil tambangnya selama ini sudah diekspor sampai ke luar daerah. Namun baru saat ini jajaran kepolisian berhasil menangkapnya.

“Karena pemilik tambang tak kantongi izin. Maka kita tangkap dan seluruh alat pertambangannya diamankan. Sebab pelaku telah terbukti melakukan tindak pidana,” ujar Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan ketika dikonfirmasi, Selasa (18/10).

Senin (17/10) sekira pukul 14:00 WIB, kata dia, ada laporan dari warga bahwa penambangan pasir ilegal sedang beraktivitas di Kampung Sekuning, Desa Seri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong. Tindak lanjut laporan tersebut, iapun langsung mengerahkan puluhan personil menuju TKP.

Ketika sampai di sana, lanjutnya, dilakukanlah pengecekan terhadap izin aktivitas penambangan. Kemudian juga dilakukan interogasi kepada para pekerja tambang tersebut. Dikarenakan aktivitasnya tidak memiliki izin resmi maka personilnya mencari pemilik pertambangan ilegal itu untuk ditangkap.

“Bosnya itu Sokiong, maka kita amankanlah. Sedangkan para pekerjanya kita lepaskan,” katanya.

Selain mengamankan pemilik usaha pertambangan, sambungnya, juga diamankan berbagai alat yang digunakan untuk penambangan. Diantaranya empat pipa paralon ukuran empat inchi dengan panjang tiga meter, satu selang spiral warna biru ukuran empat inchi panjang 1,5 meter, satu pipa besi ukuran satu inci dengan panjang empat meter, satu pipa besi ukuran satu inchi dengan panjang satu meter, dan satu selang warna merah ukuran empat inchi dengan panjang 50 meter,

Kemudian satu set mesin dongfeng merk Jiang Dong kapasitas 24 PK dan mesin siput, empat mesin robin, dua jirigen kapasitas 20 liter, satu buah jirigen berisikan 10 liter solar, dua buah cangkul, satu buah kuali ukuran besar, satu buah kuali ukuran sedang, pasir kurang lebih 100 Kg, dan satu jirigen berisikan lima liter bensin dan satu buah jirigen berisikan bensin kurang lebih tiga liter.

“Tersangka itu kita kenakan Pasal 158 Jo Pasal 67 Undang-Undang (UU) RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Ancamannya hukuman 10 tahun penjara,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar