Pengusutan Kasus Penistaan Alquran oleh Ahok Baru Sebatas Pemeriksaan Saksi

503
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok. Foto: jpnn
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok. Foto: jpnn

batampos.co.id – Pengusutan kasus dugaan penistaan Alquran, kitab suci umat Islam yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, perkembangannya baru sampai pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Total saksi yang sudah dimintai keterangan delapan orang. Mereka adalah orang yang melihat Ahok -sapaan Basuki- berbicara mengenai surah Almaidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

“Orang yang ada di tempat kejadian. Dari dinas, lurah, orang sekitar, dan masyarakat biasa. Kami minta keterangan perwakilan (yang hadir),” kata  Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Ari mengaku pihaknya belum mengambil tindakan terhadap keterangan para saksi. Bareskrim, kata Ari, hanya sekadar mengambil keterangan para saksi-saksi saat ini.

Meski begitu, ketika Bareskrim sudah mendapatkan semua bahan keterangan dari para saksi, polisi baru melakukan tindakan selanjutnya.

“Nanti ‎kami coba analisis, bandingkan keterangan dengan keterangan. Kami sesuaikan untuk memberikan satu gambaran situasinya seperti apa keadaan yang sebenarnya, ceritanya bagaimana. Kami bandingkan hasil video yang kami ambil dari dinas Pemprov DKI,” kata Ari.

Untuk video Pemprov DKI, kata Ari, masih diuji apakah video itu asli atau tidak di laboratorium forensik.‎ “Setelah dari situ, nanti dibuka dan dipelajari. Kemudian kembali dengan saksi yang melihat apakah ada yang berkesesuaian,” terang Ari.

Setelah melewati tahapan itu, Ari mengaku, pihaknya akan memanggil ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, pakar bahasa Indonesia, ahli tafsir Alquran, dan pakar hukum pidana.

“Ada tidak di situ perbuatan pidananya. Sekarang baru sampai analisis dari keterangan dan keterangan. Minggu ini pasti ada langkah lanjut pemeriksaan saksi lain. Masih lidik,” tandas Ari. (jpnn)

Respon Anda?

komentar