Penyidik Telusuri Aliran Uang Pungli di Disduk Batam

628
Pesona Indonesia
Tiga PNS Disdik Batam, Jamaris (kaca mata), Nasibah (kerudung hitam), dan staf Jamaris, Irwanto, saat terjaring OTT Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin (17/10/2016). fOTO: dALIL hARAHAP/BATAMPOS
Tiga PNS Disdik Batam, Jamaris (kaca mata), Nasibah (kerudung hitam), dan staf Jamaris, Irwanto, saat terjaring OTT Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin (17/10/2016). Jamaris dan Irwanto sudah berstatus tersangka. fOTO: dALIL hARAHAP/BATAMPOS

batampos.co.id -Setelah menetapkan Kepala Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil Disduk Batam, Jamaris, dan stafnya Irwanto sebagai tersangka kasus pungutan liar, penyidik kini menelusuri aliran uang pungli pengurusan dokumen kependudukan di Disduk Capil tersebut.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, berdasarkan keterangan penyidik, tersangka Jamaris mengakui barang bukti berupa uang yang distaples di dokumen kependudukan dan catatan sipil adalah uang pelicin pengurusan dokumen kependudukan di kantornya.  Dengan kata lain uang pungli supaya pengurusan dokumen menjadi lancar dan cepat.

Namun Jamaris memilih pasang badan. Dia mengaku, uang tersebut dinikmati sendiri. Tidak disetorkan ke pihak lain, termasuk atasannya.

Meski begitu, polisi tidak sepenuhnya meyakini keterangan tersangka. Kapolda memastikan pihaknya akan melakukan investigasi mendalam pada kasus pungutan liar (pungli) di Disdukcapil Kota Batam ini.

“Kami akan selidiki, saat ini cuman itu pengakuannya,” ungkap Sam, Selasa (18/10/2016).

Seperti diberitakan, tiga pegawai Disduk Capil Kota Batam terjaring OTT oleh Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin sore (17/10/2016).

Ketiganya adalah Jamarin (Kabid Disduk capil), Irwanto (staf Jamaris), dan Nasibah (Kasi Perpindahan Penduduk). Namun dari ketiganya, baru Jamaris dan Irwanto ditetapkan tersangka. Sementara Nasibah masih sebagai terperiksa.  (ska/she/cr17/ceu/rng/cr15)

Respon Anda?

komentar