Perampingan SOTK Pemkab Anambas, Bakal Ada yang Kehilangan Jabatan

419
Pesona Indonesia
Kantor Pemerintahan Kabupaten Anambas. foto:syahid/batampos
Kantor Pemerintahan Kabupaten Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, mengakui dengan adanya perampingan Sistem Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, maka akan terjadi perubahan yang mendasar terutama mengenai posisi dan jabatan para pegawai yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Ada yang mengalami kenaikan pangkat dan ada yang bergeser bahkan dikhawatirkan ada yang tidak memegang jabatan bahkan turun jabatan.

“Dengan adanya perampingan ini, kemungkinan ada yang non job,” ungkap Wan Zuhedra ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (17/10).

Namun demikian kalau bisa pihaknya tetap akan mengusahakan semuanya akan diberdayakan sesuai dengan pangkat dan jabatan. Yang perlu diperhatikan yakni setiap pegawai itu harus siap ditempatkan dimana saja.

Ketika diginggung mengenai jumlah pegawai yang bakal tidak memegang jabatan, ia enggan mengatakan jumlahnya karena saat ini masih dalam proses penghitungan. Namun ia sangat berharap pegawai mengerti dengan kondisi yang terjadi saat ini. “Saya kira mengenai hal ini pegawai khususnya PNS juga sudah mengerti dengan keadaan ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati, juga belum bisa menjelaskan apakah akan ada penurunan jabatan atau tidak. Pasalnya saat ini penghitungan belum 100 persen.

Lebih jelas lagi, Linda mengatakan bahwasanya untuk pejabat eselon II masih kekurangan tenaga. Jumlah jabatan di eselon II ada 24 tempat sedangkan pegawai yang tersedia hanya ada 21 orang. Itu pun satu pegawai akan pensiun pada tahun depan. “Jadi untuk eselon II masih kekurangan sekitar 4 orang,” kata Linda.

Untuk memenuhi jabatan eselon II, maka nantinya akan dilaksanakan open bidding. Pegawai yang sudah memenuhi syarat bisa mendaftarkan diri untuk mengisi jabatan eselon II. “Kalau kurang orangnya, maka harus open bidding,” ucap Linda.

Sementara itu untuk jabatan eselon II masih belum selesai penghitungannya. Dari esselon IIIa, ada kelebihan pegawai, namun pada eselon IIIb, juga ada kekurangan. “Jumlah pegawai kita pas-pasan, jadi kita usahakan agar tidak ada pejabat yang turun eselon,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar