Tembak Mati Seorang Pemuda, Pangeran Saudi Dieksekusi Mati

405
Pesona Indonesia
Ilustrasi kasus eksekusi mati atas kasus pembunuhan di Kerajaan Saudi. Foto/ilustrasi: istimewa
Ilustrasi kasus eksekusi mati atas kasus pembunuhan di Kerajaan Saudi. Foto/ilustrasi: istimewa

batampos.co.id – Turki bin Saud al-Kabir, salah satu pangeran dari Kerajaan Arab Saudi akhirnya dieksekusi mati pada Selasa (18/10/2016).

Sang pangeran terbukti bersalah menembak mati Adel-al-Mohaimeed dalam sebuah pertengkaran di daerah al-Thumama, pinggiran kota Riyadh, tiga tahun lalu.

Berdasarkan hukum Syariah yang diterapkan di negara itu, Al-Kabir dijatuhi hukuman mati.

Dalam tempo tiga tahun, pihak kerajaan sudah berusaha meminta maaf kepada keluarga korban. Termasuk tawaran untuk membayar denda (dyat) atau disebut juga uang darah. Namun pihak keluarga korban menolak tawaran tersebut, sehingga sang pangeran dieksekusi mati.

Meski Kemdagri Saudi tidak menjelaskan sang pangeran dieksekusi mati dengan cara apa, namun sesuai hukum syariah, untuk kasus pembunuhan, pelaku dieksekusi mati dengan cara dipenggal kepalanya di depan keramaian warga.

“Aparat menangkap pelaku. Setelah penyelidikan, dia dinyatakan melakukan kejahatan dan kasusnya dibawa ke Pengadilan Umum. Dia didakwa atas kejahatan yang dilakukannya dan dihukum mati sebagai pembalasannya,” ujar pernyataan Kemdagri Saudi, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (19/10/2016).

Tidak ada keberatan dari Pengadilan Banding dan Mahkamah Tinggi Saudi atas keputusan eksekusi tersebut. Dekrit Kerajaan juga telah dikeluarkan oleh Raja Salman agar eksekusi dijalankan.

“Raja Salman ingin ditegakkan keamanan, keadilan dan hukum Allah. Hukuman akan ditegakkan bagi siapa pun yang menyerang orang tidak berdosa dan menumpahkan darah mereka,” ujar pernyataan Kemdagri lagi.

Dalam hukum Syariah, vonis eksekusi mati (qishash) bisa tidak dilakukan jika pihak keluarga memaafkan pelaku, baik secara cuma-cuma ataupun dengan membayar diyat.

Namun kasus al-Kabir, pihak keluarga korban menolak diyat dan mendesak keadilan ditegakkan.

Ini bukan kali pertama keluarga kerajaan Saudi dipancung akibat pembunuhan. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah eksekusi terhadap Pangeran Faisal bin Musaid al-Saud atas pembunuhan pamannya, Raja Faisal, pada tahun 1975. (sumber: CNN)

Respon Anda?

komentar