Thailand Gencar Buru Penghina Keluarga Raja hingga Keluar Negeri

318
Pesona Indonesia
Rakyat Thailand larut dalam tangis seteleh mendengar Raja mereka meninggal dunia. (foto: reuters)
Rakyat Thailand larut dalam tangis seteleh mendengar Raja mereka meninggal dunia. (foto: reuters)

batampos.co.id – Di Thailand, siapapun yang menghina keluarga kerajaan bakal berurusan panjang dengan hukum. Bahkan, pelakunya bisa jadi babak belur dihajar warga lain yang begitu menghormati keluarga raja mereka.

Apalagi belakangan ini, kematian Raja Bhumibol Adulyadej membuat situasi Thailand memanas. Berbagai video yang menampilkan massa tengah main hakim sendiri bermunculan. Mereka memukuli dan menghakimi orang-orang yang dianggap menghina keluarga kerajaan.

Thailand memang menerapkan undang-undang yang melarang warga mengkritik, menghina, maupun membicarakan hal-hal buruk tentang keluarga kerajaan. Hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara.

Salah satu korbannya adalah Umaporn Sarasat. Status Facebook perempuan 43 tahun tersebut dianggap menghina Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn. Dia juga menghina Jenderal Prem Tinsulanonda yang sementara menggantikan tanggung jawab Raja Bhumibol karena Vajiralongkorn memutuskan untuk menunda naik tahta.

Vajiralongkorn memang kontroversial. Dia playboy, tiga kali kawin-cerai dan menjadikan anjingnya yang bernama Foo Foo sebagai salah satu perwira tinggi Angkatan Udara. Tetapi, meski demikian, tidak boleh ada yang menghina putra mahkota nyentrik tersebut.

Umaporn diminta untuk bersujud meminta maaf di depan foto almarhum Raja Bhumibol yang terletak di Ko Samui. Di sekelilingnya, ada sekitar 500 orang yang tampak marah besar. Mereka tidak menjadi beringas karena ada polisi yang menghalangi.

Meski Umaporn telah minta maaf, tidak berarti masalah selesai. Dia tetap terancam dipenjara belasan tahun. ”Kami akan memproses kasus itu sebaik dan sebisa kami. Saya mengerti perasaan Anda,” ujar Wali Kota Thewes Pleumsud kepada massa.

Itu baru satu kasus. Masih banyak video lain yang menampilkan keganasan massa yang membela keluarga kerajaan. Sesaat setelah kematian Bhumibol, pemerintah memang meminta penduduk untuk melaporkan siapa saja yang melanggar undang-undang terkait penghinaan terhadap keluarga kerajaan.

Seluruh operator telepon seluler mengimbau hal serupa kepada para pelanggan masing-masing.

Pemerintah Thailand juga mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang anti keluarga kerajaan tersebut. Termasuk yang tinggal di luar negeri.

Kemarin (18/10) Menteri Kehakiman Thailand Paiboon Koomchaya menegaskan bahwa junta militer telah melacak enam tersangka penghinaan terhadap keluarga kerajaan yang tinggal di luar negeri. Mereka adalah orang-orang penting yang berusaha memicu kericuhan di Thailand dari jauh.

Karena itu, pemerintah akan mengajukan permintaan kepada negara-negara tempat enam orang tersebut tinggal. Yaitu, Thailand meminta mereka diekstradisi. ”Kami akan meminta kerja sama, persahabatan, rasa hormat dari negara-negara tersebut. Juga, kami berharap mereka bisa mengerti bahwa penduduk Thailand tidak bisa menerima penghinaan tersebut,” tegas Paiboon.

Dia mengakui bahwa mengekstradisi enam orang yang dimaksud tidak akan mudah. Namun, pemerintah Thailand akan tetap berusaha melakukannya. (Reuters/AFP/New York Post/sha/c11/sof)

Respon Anda?

komentar