Tiga Pegawai Disduk Batam yang Terjaring OTT Kasus Pungli Dinonaktifkan

803
Pesona Indonesia
Ketua Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Pemko Batam, M. Syahir. F. Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Ketua Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Pemko Batam, M. Syahir. F. Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemko Batam langsung menonaktifkan Jamaris, Irwanto, dan Nasibah, dari jabatan masing-masing, sejak Selasa (18/10/2016).

Jamaris saat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Merah Putih Polda Kepri (17/10/2016) menjabat sebagai Kabid Kependudukan dan Catatan Sipil. Sementara Irwanto staf dari Jamaris. Sedangkan Nasibah menjabat sebagai Kepala Seksi Perpindahan Penduduk.

Jamaris dan Irwanto telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan secara maraton pada Selasa (18/10/2016). Sementara Nasibah masih berstatus terperiksa.

“Untuk sementara mereka kita non aktifkan,” ujar Kepala BKD Pemko Batam, M Syahir di kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Penonaktifan ketiganya, kata Syahir, merupakan perintah dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Langkah ini diambil guna memperlancar proses hukum bagi ketiganya.

Selain itu, wali kota juga meminta BKD Kota Batam segera menunjuk pelaksana harian (Plh) Kabid Pencatatan Sipil menggantikan Jamaris. Sehingga pelayanan di bagian pencatatan sipil tidak terganggu.

Menurut dia, kasus pungli menjadi salah satu pelanggaran berat dalam aturan kepegawaian. Bahkan jika terbukti bersalah, bisa dilakukan pemecatan.

Namun sekarang pihaknya belum bisa menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada ketiga PNS tersebut. Sebab proses hukum masih berlangsung.

“Kalau terbukti pungli, ya masuk kasus berat. (Sanksinya) bisa sampai pemecatan,” kata Syahir.

Sementara itu, pasca penangkapan ketiga PNS Disdukcapil itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad tak ngator seharian, kemarin. Dari pagi, keduanya tak terlihat di kantornya.

“Dari pagi tak ada datang. Kami juga tak menerima informasi apapun,” ujar seorang pegawai di kantor Wali Kota Batam. (ska/she/cr17/ceu/rng/cr15)

Respon Anda?

komentar