Terdakwa Joko Aprianto usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (19/10).  Foto: Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Joko Aprianto usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (19/10). Foto: Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Pengaruh minuman beralkohol kembali menimbulkan korban. Terdakwa Joko Aprianto, nekad mengayunkan parang ke kening Dermawan, yang diketahui teman terdakwa. Hal ini terungkap saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (19/10).

Kejadian bermula kala terdakwa yang tidak biasa minum-minuman beralkohol, membeli tiga botol minuman jenis vodka ukuran kecil karena mencoba melepaskan masalah dengan tetangga sebelah rumahnya, yang berada di Batuampar, sekira (2/4) lalu.

“Pusing yang mulia. Katanya dengan minum alkohol bisa hilang masalah, jadi saya beli tiga dan saya minum habis,” ujar terdakwa.

Usai menghabiskan minuman, terdakwa pun mabuk dan pergi mengunjungi rumah temannya, Dermawan, yang tak jauh dari rumah terdakwa.

“Saya temui Dermawan mau cerita tentang tetangga saya itu. Tapi saya diusir suruh pulang karena saya lagi mabuk,” jelasnya.

Akibat tidak terima perlakuan korban, terdakwa pun pulang dengan mengambil sebilah parang dan pisau kecil yang ada di dapur rumahnya. Dengan mengantongi senjata tajam itu, terdakwa kembali mendatangi rumah korban dan melihat korban sedang berdiri di depan pintu rumah.

“Lihat korban saya udah kalap saja. Jadi langsung saya ayunkan parang ke kepala korban, tapi kena kening kanannya. Mau parang ke arah badannya, ditangkis dengan tangan kirinya dan parang nancap ditangannya itu,” papar terdakwa lagi.

Masih belum puas, terdakwa mengambil pisau kecil yang ia selipkan dipinggang sebelah kiri. “Saya mau nusuk perutnya, tapi korban langsung lari dan minta tolong dengan warga sekitar. Disana saya diamankan warga,” lanjutnya.

Akibat ulah terdakwa tersebut, korban mengalami luka parah yang bisa menimbulkan kecacatan pada bagian kepala depan korban. Atas perbuatannya itu, terdakwa mengaku sangat menyesal. “Saya menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi yang mulia,” ucap terdakwa.

Hakim ketua Mangapul Manalu mengatakan, bahwa terdakwa sudah salah jalan. “Menyelesaikan masalah bukan dengan minuman beralkohol, yang ada malah nambah masalah. Malah menebas teman sendiri,” tegas Mangapul.

Sesuai pemeriksaan terdakwa dan keterangan dari para saksi yang sudah dihadirkan jaksa sebelumnya, JPU Andi Akbar langsung membacakan nota tuntutan terhadap terdakwa dengan menuntut pidana penjara dua tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani terdakwa.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pelanggaran pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan,” ujar JPU Andi.

Selanjutnya, sidang putusan terdakwa Joko Aprianto dijadwalkan digelar pekan depan, Rabu (26/10). (cr15)

Respon Anda?

komentar