Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Rudi langsung mengumpulkan pejabat tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD), setelah Tim Merah Putih Polda Kepri menjaring tiga pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil), Senin (17/10/2016) sore lalu.

Dua dari tiga pegawainya itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pungutan liar (pungli) pengurusan dokumen kependudukan dan catatan sipil.

Tiga SKPD yang pegawainya dikumpulkan Rudi itu yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanaman Modal (BPM). Ketiga SKPD ini berhubungan dengan pelayanan publik yang berpotensi melakukan pungli.

“Saya kumpulkan mereka agar tak melakukan pungli. Cukup dua PNS itu yang jadi tersangka,” ujar Rudi usai memimpin rapat yang dihadiri pegawai tiga SKPD itu.

Menurut dia, PNS yang bermain akan menerima sanksi berat. Apalagi sudah diperingati untuk tidak bermain-main.

“Kalau tertangkap, tanggunglah risiko. Kita sudah peringati,” tegas Rudi.

Selain itu, hasil rapat tersebut memutuskan untuk tetap menganti seluruh pejabat di Disduk. Namun, pergantian jabatan itu dilakukan secara bertahap hingga akhirnya semuanya diganti.

“Besok (hari ini, red) kita akan lantik dua Kabid. Dan jabatan lainnya bertahap,” ujar Rudi.

Disinggung siapa nama pejabat yang akan dilantik untuk menjabat Kabid di Disduk, Rudi enggan bicara. Tapi ia menekankan, jika mereka adalah orang yang bisa menjaga amanah dan bisa dipercaya. (she)

Respon Anda?

komentar