Edi Darmawan Salihin, ayah mendiang Wayan Mirna Salihin. Foto: youtube
Edi Darmawan Salihin, ayah mendiang Wayan Mirna Salihin. Foto: youtube

batampos.co.id – Edi Darmawan Salihin, ayah dari mendiang Wayan Mirna Salihin, marah besar mendengar duplik terdakwa Jessica Kumala Wongso yang kembali menuding menantunya, Arief Soemarko, memberi uang Rp 140 juta kepada bartender Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra, untuk menghabisi Mirna.

Iklan

Edi Darmawan menuding kubu Jessica telah melontarkan fitnah yang keji bahwa Arief yang membunuh istrinya sendiri, Mirna.

Darmawan bertaruh dengan kubu Jessica jika mampu menghadirkan bukti atas tuduhan itu, dirinya tak segan-segan menghabisi menantunya sendiri.

“Bila Arief membunuh Mirna, saya yang cingcang di depan Otto. Dengan Jessica saya minta maaf, saya cium kakinya,” ujar Darmawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Darmawan menilai, langkah kubu Jessica kembali memunculkan isu uang Rp 140 juta adalah blunder. Kubu Jessica dianggap sudah kalah sehingga kembali memunculkan isu-isu di luar pokok perkara.

“Bolehlah lawyernya hebat. Tapi kalau dia (pengacara Jessica) pinter, dia nggak cakar Bu Ros (tante Mirna, Roosniati Salihin) dia cakar Rangga, balik lagi akhirnya,” tutur dia.

Atas fitnah itu, Arief dan Rangga pun mendatangi Polda Metro Jaya. Keduanya bermaksud melaporkan kubu Jessica atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan uang Rp 140 juta di balik kematian Mirna.

“Jadi Arief kan dia kesel nih, baik-baik dia dituduh. Dan Rangga bilang, ‘Pak Edi (Darmawan) saya mau ke Polda, gaji saya saja cuma Rp 3 juta kok’,” ucap Darmawan.

Jessica dalam dupliknya mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari salah satu pengacaranya, Hidayat Bostam bahwa Arief bertemu Rangga sehari sebelum kematian Mirna.

Dalam pertemuan itu, disebutkan Arief menyodorkan bungkusan plastik berwarna hitam kepada Rangga yang diduga berisi uang Rp 140 juta.

Namun tidak diketahui transaksi itu terkait hal apa. Informasi itu disebut berasal dari seorang wartawan bernama Amir Papalia yang mengaku melihat transaksi itu. (elf/JPG)