Kedua tersangka kurir narkoba, Idriszal dan Edo Renaldi, di ruang Kasipidum Kejari Tanjungpinang, saat dilimpahkan. Foto:Osias De/Batampos
Kedua tersangka kurir narkoba, Idriszal dan Edo Renaldi, di ruang Kasipidum Kejari Tanjungpinang, saat dilimpahkan. Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menerima pelimpahan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dua tersangka kurir narkotika seberat 96 kilogram yang ditangkap di Tanjungpinang, oleh BNN Pusat, sekitar dua bulan yang lalu.

Iklan

Pelimpahan berkas dengan dua orang tersangka, Idriszal ,26, dan Edo Renaldi, 24, dilakukan oleh penyidik BNN dan diterima langsung oleh Ketua Tim Kasubdit Pra Penutut di Pidana Umum Kejagung RI, Ram Sunoto, yang didampingi Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi dan Kasipidum nya Ricky Setiawan, di kantor Kejari Tanjungpinang, Kamis (20/10).

Saat ekspose pelimpahan tersebut, Ram Sunoto mengatakan, dengan telah dilimpahkannya kedua tersangka dan barang bukti, maka pihaknya pun akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menyidangkan perkara tersebut.

”Mereka berdua terancam hukuman mati sesuai dengan pasal yang dikenakan yaitu pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 junto pasal pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar Ram.

Dikatakan Ram, pihaknya pun akan sesegera mungkin menyiapkan dakwaan atas perkara tersebut. Sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk disidangkan.

”Semua berkasnya sudah lengkap. Kedua tersangka ini akan kami titipkan sementara di Rutan Kelas IA Tanjungpinang, sambil menunggu proses berjalan,” kata Sam.

Ram menjelaskan, saat penangkapan yang dilakukan BNN berhasil menyita barang bukti (BB) narkoba dari kedua tersangka dengan jumlah yang bervariasi dengan total 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan pil ekstasi.

”Dari tersangka Idrizal didapatkan sabu 9.329,2 gram dan pil ekstasi sebanyak 34.170 dengan berat 9.073,3 gram. Sedangkan dari tersangka Renaldi, BB yang disita yakni sabu 20.641,2 gram, pil Ekstasi 14.524 butir dengan berat 3742,5 gram. Selain itu ada juga sabu seberat 12.237 gram, sabu 30.909,8 gram, pil Ekstasi sebanyak 39.579 butir dengan berat 11.220,5 gram,” sebutnya.

Dilanjutkannya, terkait barang bukti yang disita dari tangan tersangka sebagian besar telah dimusnahkan oleh BNN Pusat pada (31/8) lalu. Sedangkan barang bukti berupa dua unit mobil merk Daihatsu Feroza BP 1463 JL dan BM 1649 MN, serta sampel sabu dan pil ekstasi diserahkan ke Kejari.

Sementara itu, Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi menambahkan, perkara yang dilimpahkan tersebut juga menjadi atensi dari pimpinannya agar dapat dilakukan cepat dan tuntas. Karena barang bukti yang diamankan itu nilainya sangat fantastis.

”Dalam penunjukan JPU kami akan menunjuk Jaksa yang berkredibilitas, profesional dengan integritas yang baik,”ucapnya.

Sementara itu, penyidik BNN Pusat, Iyan, mengatakan kedua tersangka ini sudah beberapa kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Untuk tersangka Edo Renaldi, ia sudah melakukan empat kali membawa barang haram tersebut. Sedangkan Idriz melakukannya sebanyak tiga kali. Mereka pun menyelundupkan narkoba tersebut dengaan berbagai modus.

”Edo merupakan penunjuk arah di Tanjungpinang. Rencananya sabu yang mereka bawa dengan menggunakan dua unit mobil itu akan di kirim menggunakan ekspedisi melalui Kijang tujuan Jakarta dan Makasar,”ujarnya.

Seperti diketahui, BNN pusat menangkap tiga orang yang diduga kurir narkoba dengan berat kurang lebih 96 kilogram, di Jalan Gatot Subroto, pada Kamis (4/8) silam. Dalam penangkapan tersebut salah seorang pelaku yakni Suryanto, yang mencoba melarikan dengan melompat dari lantai tiga ruko Taya Ban, tewas, setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis.(ias/bpos)