seminarbatampos.co.id – Begawan ekonomi Indonesia Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, PhD mengatakan bila Batam ingin maju dan menjadi salah satu hub pelayaran dunia harus membangun pelabuhan yang besar sekalian.

Mengapa?

Sebab saat ini kontainer yang ada berukuran besar. “Saat saya jadi Dubes di Amerika, bahkan Amerika bikin ukuran 60 feet,” ujar dosen UI ini.

Dorodjatun jadi Dubes RI untuk Amerika Serikat pada 1998.

Kapal yang digunakan untuk angkutnya pun besar-besar.

“Apabila tidak demikian paling-paling Batam tetap jadi feeder, itu pun bila ada yang pakai,” imbuhnya pada seminar Pengembangan Batam sebagai Sarana Offshore Banking dan Tax Haven Island yang diselenggarakan BP Batam, (20/10/2016)

Pria kelahiran 1939 ini telah mengenal Batam sejak zaman Ibnu Sutowo, awal Pulau Batam dikembangkan. Saat itu Batam masih bisa berpikir dari sisi supply side. Sekarang tak bisa lagi, Batam harus pula berpikir dari sisi demand side.

“Pelabuhan harus dibangun sesuai demand,” ingatnya.

Pada kesempatan itu pria yang kemampuannya digunakan oleh lima Presiden Indonesia itu mengingatkan agar semua pihak termasuk swasta harus membaca perkembangan zaman. Dari membaca akan muncul sebuah konsep.

“Konsep inilah yang akan mengantar kita memenangkan persaingan,” ingatnya. (ptt)

Respon Anda?

komentar