Iklan
Jenazah Muklis saat di RSUD Embung Fatimah. Foto: Ist
Jenazah Muklis saat di RSUD Embung Fatimah. Foto: Ist

batampos.co.id – Muklis, 52, warga Taman Pesona Indah (TPI) Blok H5 Nomor 12A Tanjunguncang, ditemukan meninggal gantung diri di kamar rumahnya, Kamis (20/10) pukul 08.30 WIB.

Iklan

Menurut pengakuan dari Aisyah adik kandung korban, kejadian itu awalnya diketahui olehnya saat hendak mendatangi rumah korban. Niat hati Aisyah waktu itu untuk mengajak berobat karena korban sering mengalami sakit kepala yang tak kunjung sembuh.

“Suharnita istri korban tidak di rumah karena berjualan di galangan kapal Tanjunguncang,” ujar Aisyah.

Aisyah mengatakan, saat memanggil korban berkali-kali namun korban tak kunjung menjawab, lalu ia pun memaksa mendobrak kamar, dan terkejut melihat korban dalam keadaan tergantung.

“Keluar air liur dari mulut, badan masih hangat, lidah keluar, mata tertutup,” ucap Aisyah.

Di kamar tempat korban mengakhiri hidup ditemukan sebuah kursi dan sabuk beladiri yang digunakan untuk menggantung dirinya. Korban yang mempunyai tiga anak itu, malam sebelum meninggal sempat mengeluh sakit kepala yang sudah lama diderita.

“Anak bungsu yang terakhir ketemu korban pukul 07.00 WIB, korban hanya memberi uang jajan dan tidak mengatakan pesan apapun,” kata Aisyah.

Dokter Residen Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, dr Agung mengatakan, korban dibawa ke rumah sakit pukul 08.50 WIB dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan benda tajam maupun benda tumpul, korban murni gantung diri.

“Sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun korban sudah tidak bernyawa lagi,” ujar Agung.

Kapolsek Batuaji Kompol, Sujoko mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut dan kemudian anggotanya langsung mendatangi kamar jenazah RSUD dan rumah korban.

“Pada saat pemeriksaan awal tidak ada ditemukan tanda-tamda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Sujoko.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah satu buah celana bola warna merah, satu buah sabuk beladiri warna hijau dan satu buah kursi warna merah. “Semua saksi sudah diperiksa,” tutupnya. (cr14)