Yatcher sat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos
Yatcher sat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sejumlah perahu layar peserta Sail Karimata 2016 telah masuk ke perairan Lingga. Para Yatcher langsung menuju titik labuh Penuba, kecamatan Selayar. Hal tersebut disampaikan langsung Kasi Promosi Disbudpar Lingga, Rosanna kepada Batam Pos, Jumat (21/10).

Rosanna mengatakan sejauh ini baru 3 kapal Yatch yang telah sampai dari total keseluruhan peserta sail.

“Baru 3 unit yatch yang masuk di Penuba. Sisanya menyusul besok (red Sabtu). Memang terjadi keterlambatan dari jadwal semua. Informasi yang kami terima ada gangguan cuaca saat para yatcher melewati kepulaun Seribu. Sekarang sebagian besar peserta masih di Bangka,” ungkapnya.

Untuk kegiatan penyambutan, dari jadwal semula dikatakan terpaksa di undur. Pemkab Lingga yang mengusung tema “Festival Bunda Tanah Melayu” akan menggelar penyambutan budaya pada Minggu (23/10) di Penuba.

“Kami sudah siap dengan acara penyambutan bekerjasama dengan warga setempat. Jadi even di Penuba pada hari Minggu. Sedangkan di titik labuh Benan pada Selasa (25/10) nanti,” katanya.

Ditempat lain, Plt Kasi Kelestarian Pengembangan Budaya dan Seni Disbudpar Lingga Amran mengatakan kegiatan penyambutan budaya telah disiapkan sedemikian rupa agenda. Baik permainan rakyat maupun pertunjukan seni budaya untuk memeriahkan Sail Karimata 2016. Sejauh ini untuk penyambutan, disbudpar Lingga bersama masyarakat tengah menyiapkan arena permainan untuk kegiatan nanti.

“Masyarakat berinisiatif menggelar berbagai permainan rakyat. Kami hanya berupaya mendorong ini terlaksana,” jelasnya.

Dikatakannya, sejumlah permainan rakyat seperti  lompat karung, panjat pinang, tepuk bantal, lomba makan kerupuk, kaki hantu, lomba dukung bini dan sebagainya. Kearifan lokal menjadi sajian unik yang ditawarkan warga menyambut peserta dengan keramahan.

Menurut Amran, even Sail Karimata yang pertama kalinya di Lingga lebih diarahkan pada peran serta masyarakat. Hal ini dimaksud untuk menonjolkan sisi natural dan keramahan masyarakat melayu setempat.

“Para yachter nantinya kita ajak berbaur bersama-sama masyarakat, dengan mengikuti beberapa permainan tersebut. Kalau mereka tidak bisa main, akan kita ajarkan,” tutur Amran.

Selain permainan rakyat, panitia penyambutan juga menyiapkan pertunjukan budaya melayu seperti tarian adat, pencak silat, dan joget dangkong.

“Karena untuk rute labuh jangkar di Lingga ada dua lokasi yakni Penuba dan Benan, jadi agenda kegiatannya kita bagi,” ungkapnya.

Khusus titik labuh Pulau Wisata Benan, lanjut Amran, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang sedikit berbeda dari titik labuh Desa Penuba.

Para yachter di Benan, Selasa (25/10) mendatang, akan diajak untuk meramaikan lomba dayung perahu bersama warga Benan. Bahkan, salah seorang peserta akan ditunjuk menjadi pemukul gendang penyemangat di dalam perahu tersebut.

“Kami juga tidak melupakan wisatawan yang bukan dari peserta sail. Semuanya akan kita ajak berbaur meramaikan sejumlah lomba-lomba yang disiapkan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Amran berharap dengan konsep penyambutan sederhana di titik labuh Kabupaten Lingga tahun ini sampai pada sasarannya, yakni mengangkat sisi natural budaya masyarakat melayu, kearifan lokal serta kebaharian alam Lingga yang tenang dan bersahabat. (mhb)

Respon Anda?

komentar