Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Desa Pekajang, Siman mengatakan hingga kini kompensasi hasil produksi timah diperairan Cibia desa Pekajang yang diminta masyarakat belum ditunaikan pihak perusahaan. Persoalan ini terang Siman telah ia adukan kepada pemerintah daerah maupun pihak perusahaan yang beroprasi.

Disampaikan Siman,warga desa menuntut kompensasi hasil produksi timah senilai Rp 3.500 perkilogram. Saat ini harga timah perkilogramnya mencapai Rp 120 ribu. Sejak beroprasi pertengahan bulan Juni lalu, ratusan ton timah telah dikirim keluar oleh perusahaan terkait yang mendapat izin oprasi dari pemprov Kepri.

“Saya sudah menyampaikan kepada Direktur PT Citra Persada Mulia (CPM) Bapak Darwis,yang beroperasi di perairan Pekajang, namun masih belum mendapat keputusan pasti,” ungkap Siman, Jumat (21/10).

Sebelunya disampaikan Siman, oprasi kapal isap Timah yang pernah beraktifitas pada tahun 2013 lalu kompensasi hasil produksi sesuai perjanjian masyarakat senilai Rp 1.000 per kilogram. Untuk kegiatan oprasi kapal Isap PT CPM, karena dinilai warga menguntungkan pihak perusahaan Rp 3.500 Per kilogram dinilai Siman cukup wajar.

“Kalau dibandingkan dengan desa tetangga kita di Provinsi Bangka Belitung, masyarakat desa menerima kompensasi hasil produksi timah sebesar Rp 5.000/kg. Itupun diluar kewajiban DKTM,” ungkapnya.

Selama ini, masyarakat paling selatan Provinsi Kepri ini cukup menyambut baik keberadaan investasi di wilayah desanya. Namun kompensasi yang diterima desa atas pemanfaatan kekayaan mineral timah tersebut sangat kecil, sehingga belum mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa.

“Kalau tidak dinaikkan, kami sulit membangun desa kami. Dari total jumlah masyarakat kami 147 KK, hanya satu orang yang bekerja di kapal isap timah milik PT CPM. Dana kompensasi adalah hal satu-satunya yang diharapan masyarakat menikmati keberadaan investasi ini,” terang kades Pekajang tersebut.

Usulan kenaikan kompensasi hasil produksi timah ini juga telah disampaikan kepada Bupati Lingga, Alias Wello. Disampaikannya, bupati Lingga menyambut baik dan mengharapkan masyarakat sedikit bersabar serta tetap menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan pihak perusahaan.

“Bupati saat ini sedang merumuskan perubahan Perbup tentang kompensasi. Kami sangat berharap, kenaikan ini disetujui pihak perusahaan segera,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello beberapa waktu lalu yang dikonfirmasi terkait tuntutan warga Pekajang mengatakan, pihak perusahaan perlu menanggapi keinginan masyarakat. “Permintaan masyarakat ini harus dipenuhi perusahaan. Kami dukung investasi, tapi harus Pro masyarakat,” pungkasnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar