Iklan
RY, bocah tujuh tahun terbaring di RSUD Embung Fatimah setelah terjatuh dari lantai 2 masjid akibat didorong sang ibu. Foto: Dalil Harahap/batampos
RY, bocah tujuh tahun terbaring di RSUD Embung Fatimah setelah terjatuh dari lantai 2 masjid akibat didorong sang ibu. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Lilis, seorang ibu rumah tangga yang tega mendorong anak pertamanya hingga terjatuh dari lantai dua Masjid Jabal Nur, diketahui mengalami depresi sejak ditinggal anak keduanya yang baru lahir pada awal tahun lalu.

Iklan

Semenjak itu, Lilis yang tinggal di Perumahan Graha Mas Tahap II Blok E 5, Sekupang, ini menjadi over protektif terhadap anak pertamanya.

“Dia sama anaknya sensitif, gak boleh kesana kemari. Karena trauma itu. Selain itu, dia juga kalau nampak anak kecil digendong orang itu dikira anaknya,” ungkap Nurjannah, saudara yang tinggal satu rumah bersama Lilis.

Selain itu, sejak anaknya masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan beberapa waktu yang lalu, Lilis juga masih sering memanggil nama dan mencari anak pertamanya itu.

Ia bahkan lupa bahwa telah mendorong anaknya hingga harus menjalani perwatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSUD) Embung Fatimah karena mengalami retak di bagian tengkorak kepala belakang.

“Sesekali nanya anaknya, kemudian dibilang di rumah sakit. Lalu dia nanya lagi, kenapa di rumah sakit, setelah itu dia langsung menangis,” ujarnya.

Selain menjadi over protektif terhadap anaknya, Lilis juga sering menjadi tidak karuan jika sudah banyak orang berada di rumahnya.

“Kalau banyak orang di rumah, sering kacau dia. Kacaunya itu seperti lari ke sana sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Lilis yang mengalami depresi tega mendorong anaknya dari lantai dua Masjid Jabal Nur karena ia berhalusinasi bahwa ada seseorang yang hendak mengambil dan mencekik anaknya.

Dalam pengakuannya anak pertamanya tersebut bukan terjatuh, melainkan anaknya terbang dari lantai dua Masjid Jabal Nur.

“Dia sempat bilang bukan terjatuh, tapi anaknya terbang,” pungkasnya. (cr1/bpos)