Iklan
Duta Besar Indonesia untuk ASEAN Rahmat Pramono (Kanan) saat menghadiri Konfrensi Marga Tionghoa AASEAN ke-8 di Swiss Belhotel, Batuampar, Sabtu (22/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Duta Besar Indonesia untuk ASEAN Rahmat Pramono (Kanan) saat menghadiri Konferensi Marga Tionghoa ASEAN ke-8 di Swiss Belhotel, Batuampar, Sabtu (22/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Konferensi Marga Tionghoa se-Asean ke-8 menjadi ajang persatuan dan mempererat silaturahmi antar marga Tionghoa se-Asean. Sedikitnya seribu tamu undangan dari beberapa negara Asean dan Cina hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di Swiss Bell Hotel, Batam, Sabtu (22/10).

Iklan

Ketua panitia, Philip Wijaya mengatakan negara-negara se-Asean terutama Indonesia mempunyai banyak potensi yang bisa digali untuk menjalin kerjasama. “Seperti kerjasama di bidang ekonomi dan budaya,” ujar Philip.

Dia meminta seluruh marga Tionghoa se-Asean agar menjaga budaya dan adat yang sudah ada. Menurutnya, tidak ada yang mau menjaga dan melestarikan budaya jika bukan orang itu sendiri yang memiliki budaya. “Dengan melestarikan budaya sendiri, maka itu bisa memperkaya budaya dan adat yang ada di tiap negara-negara se-Asean,” ungkap Philip.

Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Pusat, David Herman Jaya mengucapkan selamat datang kepada peserta konferensi yang sudah datang dalam acara ini. “Ini merupakan suatu kebanggaan dan kepercayaan yang luar biasa, Indonesia, terutama Batam bisa menjadi tuan rumah konfrensi,” kata David.

David mengingatkan setiap marga Tionghoa agar memahami setiap perbedaan adat dan budaya antar marga. Kekayaan budaya ini tentunya harus dijaga dan bisa diwariskan kepada anak cucu pada masa mendatang.

David juga meminta marga Tionghoa agar berperan serta membantu pemerintah Indonesia dalam memakmurkan negeri ini. Setelah berpuluh-puluh tahun menderita karena diskriminasi, kini marga Tionghoa di Indonesia dapat hidup bebas dan berkarya. “Pemerintah sudah memberikan hak kepada kita sebagai warga negara dan menjadikan marga Tionghoa bagian dari rakyat Indonesia,” terangnya.

Hadir juga dalam konferensi tersebut, Duta Besar Indonesia untuk negara-negara Asean, Rahmat Pramono. Setelah adanya reformasi di Indonesia, marga Tionghoa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga pribumi lainnya. “Marga Tionghoa sudah setara dan menjadi bagian WNI,” ucap Pramono.

Pramono berharap, marga Tionghoa dapat berbaur dan menyatu dengan warga Indonesia dan turut serta membangun negara Indonesia tercinta. “Oleh karena itu, mari kita memanfaatkan acara ini agar dapat bekerjasama dan bersinergi antar marga Tionghoa se-Asean, sehingga ke depannya hubungan antar negara se-Asean bisa semakin baik dan akrab,” pungkasnya. (cr16/bpos)