Iklan
Gedung Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Hankam, Jatimelati, Pondok Melati, Bekasi, tinggal puing setelah diguncang ledakan Minggu (23/10/2016) pukul 06.20 WIB. ‎Foto: Humas Polda Metro Jaya for JPNN.com
Gedung Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Hankam, Jatimelati, Pondok Melati, Bekasi, tinggal puing setelah diguncang ledakan Minggu (23/10/2016) pukul 06.20 WIB. ‎Foto: Humas Polda Metro Jaya for JPNN.com

batampos.co.id – Penyidik dari Polda Metro Jaya memastikan ledakan yang menghancurkan gedung Pizza Hut Delivery (PJHD) di Jalan Raya Hankam No 37, RT 04, RW 05, Jatimelati, Pondok Melati, Bekasi pada Minggu (23/10/2016) pagi akibat ledakan tabung gas elpiji 50 kilogram.

Iklan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menerangkan, adapun saksi yang dimintai keterangan adalah Jhon Hendri selaku tukang parkir di Alfamidi, Tulus Widodo pegawai Alfamidi dan Libotius Steven Kendye selaku pegawai terakhi PHD yang menutup toko makanan cepat saji itu.

“Dari keterangan Libutoius, dia terkahir di lokasi sekira pukul 23.00 WIB bersama tiga rekannya yakni Arom, Risko dan Rifai mengecek empat tabung gas untuk dipastikan telah tertutup,” kata Awi, Minggu (23/10/2016).

Pengecekan bahkan dilakukan lagi pada pukul 01.45 WIB, dan baru pada pukul 02.00 WIB para pegawai di PHD pergi meninggalkan lokasi.

Awi juga menerangkan, dari kesaksian saksi satu dan saksi dua, ledakan keras terdengar begitu saja dan langsung menghancurkan bangunan.

“Jarak saksi satu dan saksi dua saat itu sekira lima meter dari PHD,” sambung Awi.

Pada saat ledakan terjadi, juga ada beberapa karyawan Alfamidi yang berada di dalam antara lain Iis Rismayati (20), ketika kejadian dia ada di Alfamidi di bagian bawah.

Lalu ada Intan Purwaningsih (21), ketika kejadian dia ada di kasir dan menderita luka lecet di bagian kening. Kemudian Nur Hidayat (18), saat ledakan dia ada di mess atas Alfamidi, akibat ledakan iru dia mengalami luka memar di tangan kanan terkena runtuhan atap.

Kemudian ada Suryadi Danusaputra (23) ketika kejadian dia ada di atas mess Alfamidi dan terkena reruntuhan namun tidak luka. Ada juga Arif Dwi Prasetyo (19) saat kejadian dia sedang membeli nasi uduk di luar Alfamidi dan juga ada Yayan Robiana (21) ketika kejadian ada di luar.

Awi juga membeberkan, korban lainnya dari ledakan ialah Astuti (65) yang bermukim di belakang PHD, dia mengalami luka di kepala akibat terkena reruntuhan. Lalu ada Sukmawijaya (54) dia mengalami luka lecet bagian pipi dekat bibir karena terkena reruntuhan bangunan. Rumah Sukma persis di samping belakang PHD.

Menurut Awi, kini mereka tengah menunggu hasil penyelidikan dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk menggelar olah tempat kejadian perkara.

“Kita tunggu hasilnya dari Puslabfor Mabes Polri, dugaan kita sementara adalah dari gas elpiji 50 kilogram yang ada di bagian belakang bangunan,” sambung dia. (elf/JPG)