Iklan
Warga Kampung Tengah RT 03 RW 01, Kelurahan Pemping di Pulau Pemping sedang menikmati siaran televisi dan menikmati dinginnya kipas angin dari pembangkit berbahan gas bumi Perusahaan Gas Negara ( Persero), Sabtu (23/7) lalu.  Pulau Pemping adalah lokasi strategis bagi industri migas Indonesia. Di pulau itu terdapat persinggungan pipa gas dari Jambi ke Singapura dan Batam yang disambung dengan pipa T. Selain dari Jambi, di pulau itu juga sedang dibangun pipa T serupa yang menyambung pipa gas yang dialirkan dari Natuna ke Singapura dan Batam. Sementara itu, Perusahaan Gas Negara memberikan dua unit pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas 125 x 2kVA untuk warga Pulau Pemping agar bisa menikmati aliran listrik. Pemberian pembangkit listrik itu berupakan penyaluran dana tanggung jawab sosial masyarakat dari PGN kepada warga yang tempat tinggalnya dijadikan jalur pipa aliran gas dari Natuna ke Singapura. Dan mesin yang  yang diberikan adalah mesin buatan Amerika, Caterpilar dengan nilainya Rp6 miliar. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Kampung Tengah RT 03 RW 01, Kelurahan Pemping di Pulau Pemping sedang menikmati siaran televisi dan menikmati dinginnya kipas angin dari pembangkit berbahan gas bumi Perusahaan Gas Negara ( Persero), Sabtu (23/7) lalu.
Pulau Pemping adalah lokasi strategis bagi industri migas Indonesia. Di pulau itu terdapat persinggungan pipa gas dari Jambi ke Singapura dan Batam yang disambung dengan pipa T. Selain dari Jambi, di pulau itu juga sedang dibangun pipa T serupa yang menyambung pipa gas yang dialirkan dari Natuna ke Singapura dan Batam. Sementara itu, Perusahaan Gas Negara memberikan dua unit pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas 125 x 2kVA untuk warga Pulau Pemping agar bisa menikmati aliran listrik. Pemberian pembangkit listrik itu berupakan penyaluran dana tanggung jawab sosial masyarakat dari PGN kepada warga yang tempat tinggalnya dijadikan jalur pipa aliran gas dari Natuna ke Singapura. Dan mesin yang yang diberikan adalah mesin buatan Amerika, Caterpilar dengan nilainya Rp6 miliar. F. Dalil Harahap/Batam Pos