Seorang wanita melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa
Seorang wanita melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kekosongan blanko hampir terjadi sebulan belakangan. Akibatnya penumpukan berkas pengajuan pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terjadi di beberapa kecamatan.

Camat Lubukbaja, Herman Rozi mengatakan hingga saat ini ada 2.557 KTP/KK yang menunggu proses penyelesaian.

“Itu data dari tanggal 9 September hingga 20 Oktober 2016,” kata Herman Rozi, Sabtu (22/10).

Lambatnya penyelesaian berkas yang harusnya 14 hari kerja disebabkan blanko dari pusat belum datang.

“Kosongnya memang dari pusat, jadi kita hanya bisa menunggu,” katanya.

Menurutnya, walaupun blanko kosong pelayanan di kecamatan tidak ada masalah, dan berjalan dengan lancar.

“Setiap hari kita terima 30 hingga 50 berkas pengajuan saja. Sudah kembali normal karena perpanjangan waktu perekaman oleh Kementrian Dalam Negeri,” ungkapnya.

Disinggung mengenai OTT pegawai Disduk-capil beberapa waktu lalu, menurutnya hal tersebut harusnya tidak mengganggu aktivitas penyelesaian berkas.

“Harusnya kasus tersebut tidak menganggu penyelesaian berkas yang telah menumpuk, karena masyarakat tak ingin lama menunggu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan di Kecamatan Sekupang, Surasa, mengatakan penumpukan pengajuan berkas terjadi dari 10 September hingga Oktober 2016 mencapai lima ribu lebih.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) Kota Batam, Mardanis mengatakan, blanko akan kembali tersedia bulan November mendatang.

“KTP belum bisa kita cetak karena blanko masih nunggu dari Kementrian Dalam Negeri, sedangkan KK tidak ada masalah,” katanya.

Selama sebulan ini penambahan pengajuan berkas terus terjadi. Berdasarkan data Disdukcapil hingga saat ini sudah ada 30 ribu lebih berkas yang masih belum diproses.

Dia berharap beberapa minggu lagi semua ini bisa terselesaikan, sehingga warga bisa memiliki e-KTP dengan cepat.(cr17/bpos)

Respon Anda?

komentar