Pemotor dan mobil melintas di Jalan Ahmat Yani, Batamkota, pasnya depan Masjig Agung yang berdebu akibat tanah berjatuhan dari truck tanah, Sabtu (22/10). Foto:Dalil Harahap/Batam Pos
Pemotor dan mobil melintas di Jalan Ahmat Yani, Batamkota, pasnya depan Masjig Agung yang berdebu akibat tanah berjatuhan dari truck tanah, Sabtu (22/10). Foto:Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas truk pengangkut tanah terus menuai kecamanan dari masyarakat di Batuaji. Bagaimana tidak, truk yang tidak menutupi bak bermuatan material tanah kerap mengotori badan jalan. Akibatnya jalan jadi licin dan berdebu.

Sebelumnya keluhan itu datang dari warga di Tanjunguncang, Batuaji dan Seibinti Sagulung. Debuh tanah di badan jalan tidak saja mengganggu kelancaran arus lalu lintas tapi juga mulai mengganggu kesehatan warga. Banyak warga yang mulai terserang penyakit gangguan pernapasan seperti Ispa dan lainnya akibat tumpahan tanah dari truk pengangkut tanah itu.

Tanah yang tumpah dari bak truk dibiarkan begitu saja di badan jalan sehingga saat diterpa angin atau laju kendaraan debu berterbangan hingga ke pemukiman warga. “Rumah jadi kotor setiap saat. Anak-anak banyak yang terkena ispa sekarang. Sampai kapan lagi truk-truk itu dibiarkan. Sudah separah ini tapi tak ada tindakan tegas dari pemerintah,” keluh Johanes, warga Seibinti.

Keluhan serupa juga datang dari warga pengguna jalan dan yang berdiam di sepanjang jalan R Suprapto Batuaji. Aktifitas truk pengangkut tanah yang padat setiap saat membuat jalanan jadi berdebuh dan licin. Kecelakaan lalu lintas akibat tumpahan tanah di badan jalan utama itu sudah tak terhitung lagi.

Pengendara khususnya sepeda motor kerap terkecoh karena jalan yang ditutupi debuh tanah yang cukup tebal itu. “Kadang serba salah kalau di depan ada mobil atau truk lewat. Debu itu berterbangan dan pengendara motor yang di belakang siap-siap makan debu atau tabrakan karena tidak bisa melihat akibat debu itu,” ujar Sarmanto, warga lainnya.

Warga yang berdiam tak jauh dari badan jalan juga mengeluhkan dampak dari tumpahan tanah truk pengangkut tanah itu. Banyak warga khususnya anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat debuh jalan tersebut.

Warga berharap agar pihak kepolisian dan dinas terkait segera menertibkan aktifitas truk tanah yang tidak mengindahkan aturan tersebut. “Seharusnyakan mereka tutup bak truknya biar tak keluar tanah itu tapi ini nggak dan mereka cuek saja kalau ada tanah yang tumpah ke badan jalan,” tutur Ernawati, warga di Puskopkar, Batuaji. (eja/bpos)

Respon Anda?

komentar