murallinggabatampos.co.id – Memperingati sekaligus memeriahkan hari Sumpah Pemuda, Kabupaten Lingga melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) bersama sejumlah ormas kepemudaan menggelar perlombaan melukis dengan tema kelestarian lingkungan hidup di tembok bekas bangunan implasmen PT Timah, Dabo Singkep, sejak Sabtu (22/10) pagi.

Perlombaan lukisan tembok atau seni lukis yang lebih akrab dikenal dengan sebutan mural art, dibagi menjadi dua kategori yakni tingkat SMA sederajat dan tingkat umum. Perlombaan pada tingkat SMA telah berlangsung, Sabtu (22/10). Setiap sekolah yang mengikuti lomba mengutus maksimal dua tim, masing-masing tim beranggotakan maksimal 4 peserta.

Menurut Kepala BLH Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam, perlombaan ini dilaksana juga sebagai misi mensukseskan kota Dabo Singkep untuk meraih Adipura. Karena Junaidi menilai, aktifitas ini juga dapat memperindah kota dengan sentuhan seni yang apik pula.

“Sepanjang jalan Perusahaan, tembok lusuh terlihat lebih indah setelah dilukis oleh peserta tahap pertama tingkat sekolah ini,” Ujar Junaidi ketika ditemui di lokasi lomba.

Tembok yang biasanya terlihat lusuh dan berdebu, kini berubah menjadi penuh warna dan berisikan lukisan indah dari seluruh peserta tingkat pelajar tersebut. Ada peserta yang melukiskan kehancuran bumi karena penebangan hutan, di tembok lainnya ada juga sejumlah peserta yang melukiskan kenyamanan dan keindahan alam karena terjaganya ekosistem alam tanpa tangan-tangan jahil perusak lingkungan.

Sementara itu, tembok yang belum terisi oleh lukisan, bakal menjadi wadah bagi para seniman lukis Tanah Bunda Melayu untuk kategori umum. Kategori ini direncakan bertanding pada Rabu pekan ini.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, perlombaan ini juga sebagai bentuk penyaluran bakat anak bangsa untuk lebih meningkatkan kreatifitas mereka dalam bidang seni lukis. Kreatifitas tersebut tentunya menjelama menjadi sesuatu yang berguna jika mendapat tempat dan pengarahan yang baik pula.

“Untuk itu, setiap peserta yang berhasil menjadi juara pada perlombaan ini, akan mendapat pigam penghargaan serta uang tunai sebagai bentuk terimakasih kepada mereka,” kata Junaidi.

Junaidi juga memberikan bocoran, khususnya kepada seluruh peserta lomba graffiti kali ini. Dewan juri yang terdiri dari sejumlah seniman lukis Kabupaten Lingga akan menilai setiap karya peserta dengan tiga penilaian, yakni kesesuaian hasil karya dengan tema, nilai estetika dan warna yang menarik.

“Kemungkinan lomba ini akan terus dijalankan sesuai dengan kondisi dan waktu yang ada,” tutup Junaidi. (wsa)

Respon Anda?

komentar