Iklan
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Bintan memperkirakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan tahun 2017 mendatang akan mengalami kenaikan 8,25 persen dari tahun sebelumnya. Dengan kenaikan itu UMK tahun mendatang bisa mencapai Rp 2.863.230 atau naik Rp 218.213 dari UMK 2016 ini sebesar Rp 2.645.017.

Iklan

“UMK 2015-2016 sebesar 11,5 persen sedangkan UMK 2016-2017 hanya 8,25 persen saja. Kenaikan yang rendah itu disebabkan terjadinya angka inflasi nasional 3,07 persen, ditambah pertumbuhan ekonomi nasional 5,18 persen,” ujar Ketua DPK Bintan, Hasfarizal Handra ketika dikonfirmasi, Minggu (23/10).

Dikatakannya, rumusan kenaikan UMK harus sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri yang dikeluarkan 17 Oktober 2016 lalu. SE itu berisikan penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto (PPDB) 2016.

Diantaranya terjadinya inflasi nasional sebesar 3,07 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,18 persen. Asal muasal kedua persentase itu, diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui surat Kepala BPS Nomor BB-245/BPS/1000/10/2016 tanggal 10 Oktober 2016. Jadi kalkulasi dari kedua presentase itulah yang menjadi rujukan dan pedoman dalam menetapkan kenaikan UMP 2017.

Begitu juga untuk menetapkan UMK 2017, Kata dia, juga harus sesuai dengan landasan formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 pasal 44 ayat (1) tentang pengupahan. Sebab bahasan PP itu juga  menggunakan formula perhitungan upah minimum yang berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami akan bahas perdana UMK 2017 tanggal 2 November mendatang. Pembahasan yang kita lakukan juga wajib merujuk PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan tersebut,” ungkapnya. (ary)