Iklan
Agus Wibowo dan Isdianto yang memakai tanjak dinyatakan sebagai cawagub yang diusung DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri, Senin (24/10/2016) malam di Tanjugpinang. Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.
Agus Wibowo dan Isdianto yang memakai tanjak dinyatakan sebagai cawagub yang diusung DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri, Senin (24/10/2016) malam di Tanjugpinang. Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Teka-teki dua nama yang bakal disokong Partai Demokrat dalam kontestasi pemilihan calon wakil gubernur terjawab.

Iklan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan membawa surat keputusan majelis tinggi partai yang berisikan dua nama tersebut ke Tanjungpinang, Senin (24/10/2016) malam.

Bertempat di Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri, Hinca memakaikan tanjak kepada Agus Wibowo dan Isdianto. Pemakaian ikat kepala khas Orang Melayu ini merupakan tanda bahwa dua nama tersebut adalah bakal cawagub yang bakal diusung Partai Demokrat untuk mendampingi Gubernur Nurdin Basirun menjalankan roda pemerintahannya.

Bukan tanpa alasan Partai Demokrat menunjuk dua nama yang sebenarnya selama ini sudah santer diberitakan itu. Tapi rupanya Hinca enggan buka suara banyak. “Soal kenapa dua nama ini, itu rahasia dapur kamilah,” ungkap Hinca.

Apakah menyangkut mahar politik yang ditawarkan Agus dan Isdianto? Hinca buru-buru menegaskan bahwa tidak ada politik mahar dalam internal Partai Demokrat. Bahkan ia mempersilakan kepada siapa pun yang menemukan praktik itu untuk melapor pada dirinya.

“Saya pastikan, di Demokrat itu tidak ada mahar,” tegas Hinca.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan Partai Demokrat untuk mengumumkan dua nama cawagubnya yang akan diajukan ke Gubernur Nurdin sebelum kemudian diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri. Dimulai dari pendaftaran yang sempat mencatat ada 14 nama yang menyatakan minatnya diusung partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Lama atau tidak, bagi Hinca bukan suatu persoalan. Karena dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, kata dia, ingin menemukan dua nama terbaik yang akan melanjutkan perjuangan mendiang Gubernur Sani membangun Kepri.

“Prosesnya memang panjang dan baru hari ini (kemarin, red) kami umumkan. Memang keputusan itu dibuat bertanggal 21 September. Tapi saya memberikan tugas tambahan kepada Ketua DPD untuk berkomunikasi secara baik dengan sahabat-sahabat partai yang tergabung dalam koalisi,” ujar Hinca.

Selasa (25/10/2016) pagi ini, Hinca menegaskan, dirinya sendiri yang akan mengantarkan dua nama cawagub utusan Partai Demokrat ke Gubernur Nurdin untuk kemudian secara kelembagaan diserahkan kepada DPRD Provinsi Kepri.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kepri, Apri Sujadi meminta kepada Agus dan Isdianto agar benar-benar melaksanakan keputusan Majelis Tinggi Partai yang merupakan sekaligus amanah agar tetap bekerja membangun Kepri. Soal keputusan menang atau kalah, kata Apri, itu urusan nanti.

“Yang paling penting tetap punya niat dan semangat untuk bekerja melanjutkan pembangunan dan cita-cita Ayah Sani,” pesan Apri.

Jajaran petinggi DPD Partai Demokrat Kepri terlihat hadir pada pengumuman kemarin. Termasuk di antaranya adalah Sekretaris DPD Husnizar Hood, dan beberapa anggota DPRD Kepri dari Fraksi Partai Demokrat. Acara dikemas dengan penuh nuansa adat Melayu dan bahkan ikut disaksikan langsung oleh Ketua LAM Kepri, Abdul Razak. Sementra basis pendukung Agus dan Isdianto juga kian menyemarakkan acara kemarin.

Sekadar menginformasikan, dua nama yang diusung Partai Demokrat ini adalah pejabat publik. Agus Wibowo adalah Wakil Ketua DPRD Bintan sedangkan Isdianto adalah Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kepri. Keduanya mengaku siap menanggalkan masing-masing status pejabat publiknya ketika nanti ditetapkan sebagai wakil gubernur.

“Segala mekanisme yang sesuai peraturan pasti akan kami patuhi,” tegas Hinca. (muf)