Kapal feri yang hendak berangkat dari Pelabuhan Sungai Tenam tujuan akhir Batam. Rute ini mempersingkat waktu tempuh. foto:hasbi/batampos
foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Feri Lingga Permai yang melayani rute Lingga-Tanjungpinang rusak, sebabkan penumpang terkatung-katung dilaut selama 7 jam.

Hal ini dirasakan mengganggu kenyamanan para penumpang. Jarak tempuh Lingga-Tanjungpinang normalnya dapat ditempuh dalam waktu 4 Jam.

Kelayakan kapal feri serta pelayanan ketepatan waktu keberangkatan dan kadatangan yang harus menjadi perhatian para penjual jasa seolah diabaikan dengan kondisi feri yang semakin tidak layak beroprasi tersebut.

Agus salah seorang penumpang mengatakan, awalnya memang kondisi cuaca laut cukup ekstrim saat melintasi perairan desa Rejai. Angin ribut, membuat feri bersandar cukup lama dipelabuhan antar pulau ini.

“Awalnya memang karena kondisi cuaca. Jadi singgah cukup lama di Rejai. Kemudaian, feri melanjutkan lagi perjalanan dan tiba-tiba mesin rusak. Kapal tidak bisa berjalan dengan maksimal dan cukup lambat,” katanya kepada Batam Pos, Senin (24/10).

Hal ini kata Agus berakibat fatal. Penumpang yang diburu waktu untuk mengurus sejumlah pekerjaan di Tanjungpinang terpaksa membatalkan janji.

“Saya ada kerjaan di Tanjungpinang, tapi terpaksa gagal karena kejadian ini. Kalau normal pukul 12.00 WIB biasanya sudah sampai. Ini mau jam 02.30 WIB baru tiba. Sering betul feri ini rusak dan pelayanannya cukup buruk,” keluh Agus mengomentari pelayanan publik transportasi laut Lingga yang di subsidi pemerintah tersebut.

Dikatakan Agus, kejadian seperti ini bukan kali pertama.

“Sudah saatnya ada perombakan pelayanan terbaik bagi konsumen. Kecewa kami yang sudah membayar tiket. Tapi pelayanan tidak memuaskan,” sambungnya.

Sementara itu, operator Lingga Permai, Acai yang dikonfirmasi Batam Pos membenarkan terjadinya kerusakan mesin. “Ia memang ada yang rusak,” tukasnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar