Festival Bahari Kepri 2016 Dimeriahkan 140 Yacht dari Berbagai Negara

Satu dari tiga yacht yang sudah tiba di perairan Tanjungpinang, Senin (24/10/2016). Rencananya akan datang 140 yacht dalam rangka Sail Karimata tahun ini. Foto: Fatih Muftih / Batam Pss.
Satu dari tiga yacht yang sudah tiba di perairan Tanjungpinang, Senin (24/10/2016). Rencananya akan datang 140 yacht dalam rangka Sail Karimata tahun ini. Foto: Fatih Muftih / Batam Pss.

batampos.co.id – Tiga unit yacht sudah labuh jangkar di perairan Tanjungpinang, Senin (24/10/2016). Mereka lego jangkar di dekat Pelantar I. Mereka siap ambil bagian diĀ  Festival Bahari Kepri 2016 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sail Karimata 2016.

“Diperkirakan mulai besok (hari ini, red), ada lebih banyak lagi yacht yang tiba. Infonya akan ada lebih dari 140 yacht yang bakal tiba di Tanjungpinang,” kata Safril Sembiring, panitia Festival Bahari Kepri.

Satu dari tiga yacht yang sudah tiba di Tanjungpinang, dikemudikan oleh Steve, warga Inggris yang memulai pelayaran dari Thailand. Steve mengutarakan, ia memperoleh informasi mengenai ajang Sail Karimata di Tanjungpinang dari sebuah kegiatan promosi pariwisata di Phuket, Thailand.

“Setelah itu saya tidak sabar untuk kembali ke laut. Berangkat dari Thailand sejak 9 Oktober lalu dan baru tiba di Indonesia hari ini,” kata pria 53 tahun ini.

Selama perjalanan, Steve mengungkapkan angin sedang tidak berembus kencang. Ini menyebabkan Steve otomatis tinggal mengandalkan mesin untuk berlayar selama belasan hari sebelum tiba di Indonesia.

Padahal yacht, sebagai sebuah kapal yang dapat dioperasionalkan menggunakan mesin atau layar. Steve menilai akan lebih baik bila angin berembus kencang. Karena dengan begitu ia bisa menghemat penggunaan bahan bakar.

Kedatangan Steve di Tanjungpinang merupakan kali pertama ia masuk ke Indonesia. Walau belum genap sehari-semalam di ibu kota provinsi ini, Steve sudah kesengsem. Ia menyebutkan masyarakat Tanjungpinang ramah dan murah senyum.

Steve juga mengaku sudah mendapatkan informasi berkenaan puncak perayaan Sail Karimata yang disejalankan dengan helatan Festival Bahari Kepri (FBK) 2016. Ia begitu antusias ketika tahu di depan Gedung Daerah akan dihelat pelbagai pertunjukan budaya.

“Wow… saya akan datang ke sana. Saya tidak ingin melewatkannya,” ucapnya.

Sebab itu, selama beberapa hari ke depan, Steve tetap akan melego jangkar Emmaliana, nama lambung yacht-nya, di perairan Pelantar I Tanjungpinang.

Ia menceritakan, dalam perjalanannya kemari, juga sempat menemui sejumlah yacht yang sedang mengarah ke Tanjungpinang. Sebagian ada yang berbendera Australia, sebagian lagi dari Eropa.

Safril menambahkan, arak-arakan yacht bakal membuat perairan Tanjungpinang lebih padat daripada biasanya. Karena itu, ia memohon kerja sama yang baik dari lintas instansi berkenaan agar helatan Sail Karimata yang disejalankan dengan FBK untuk kali pertama ini dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Dan yang tak kalah penting lagi, masyarakat mesti mampu menampilkan keramahtamahan ala Indonesia yang sudah banyak dikenal seantero dunia.

“Ini agar Tanjungpinang bisa meninggalkan kesan yang baik bagi para yachter itu untuk tahun depan dapat kembali lagi ke sini,” kata Safril. (muf)

Respon Anda?

komentar