Iklan
Puluhan kendaraan berat terjaring razia Dishub di Jalan Yos Sudarso, Jodoh, dekat Hotel Novotel Batam, Selasa (25/10). Dishub Kota Batam. Umumnya kendaraan itu mati  KIR  dan moil yang tidak laik jalan. Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos
Puluhan kendaraan berat terjaring razia Dishub di Jalan Yos Sudarso, Jodoh, dekat Hotel Novotel Batam, Selasa (25/10). Dishub Kota Batam. Umumnya kendaraan itu mati KIR dan moil yang tidak laik jalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bersama Satlantas Polresta Barelang menggelar razia operasi sadar uji di jalan Duyung, Selasa (25/10/2016) pagi. Razia ini mengambil sasaran mobil angkutan barang.

Iklan

Dalam razia ini, petugas mengamankan belasan mobil. Rata-rata mobil angkutan ini melanggar izin kelayakan kendaraan atau KIR serta melanggar kartu pengawas atau trayek.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Faisal Riza mengatakan razia tersebut merupakan agenda rutin. Setiap bulannya, razia tersebut digelar 4 kali dengan lokasi yang berbeda.

“Razia ini agenda rutin dan setiap bulan dilakukan 4 kali. Intinya ke kesadaran supir angkutan dan ini (razia) fokus ke kelayakan kendaraan,” ujar Faisal.

Faisal menjelaskan dalam razia itu pihaknya memeriksa 12 item. Diantaranya, kelengkapan surat kendaraan, izin KIR, kartu pengawas dan muatan.

“Yang banyak melanggar izin KIR dan kartu pengawas. Jadi selama ini sopir angkutan kesadaran untuk mematuhi aturan masih kurang,” katanFaisal.

Faisal menegaskan seluruh mobil yang terjaring razia digiring dan didata di Kantor Dishub. Kemudian seluruh mobil yang melanggar diwajibkan mengurus dan memenuhi ketentuan.

“Kita bawa ke kantor. Jika melanggar izin KiR, kemudian harus uji lagi dan izinnya dikeluarkan,” terang Faisal.

Faisal menghimbau kepada sopir mobil angkutan barang untuk mematuhi seluruh aturan. Terutama mengikuti uji kelayakan kendaraan.

“Pengujiannya cuma sekali enam bulan. Setiap mobil harus diuji, karena membawa muatan,” katanya lagi. (opi/bpos)