Pemotor tewas dilindas truk molen BP 9876 ZE di jalan Raja Isa, Batamcenter, Selasa sore (25/10/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Pemotor tewas dilindas truk molen BP 9876 ZE di jalan Raja Isa, Batamcenter, Selasa sore (25/10/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Nasib nahas menimpa pria berdarah Tionghoa. Ia tewas dalam sebuah kecelakaan di jalan Engku Putri (arah ke pusat Batam Kota), tepat di depan komplek Ruko Purimas Blok A, Batamcenter, sekira pukul 16.30 WIB, Selasa (25/10/2016).

Menurut saksi mata Ari, yang merupakan tukang bengkel di pinggiran jalan berjarak 15 meter dari tempat kejadian, korban yang mengendarai motor matic Vario itu hendak memotong pengendara motor yang berada di depan sebelah kirinya.

“Korban sudah di pinggir kiri jalan. Dia mau motong motor yang di depannya, padahal di sebelah kanan korban sudah ada truk molen,” cerita Ari.

Jalan yang licin karena hujan, membuat korban lepas kendali saat beriringan dengan truk molen.

“Ketika korban memotong, jadi posisinya kan di tengah. Sewaktu dia mau melaju ke depan, stang motor sebelah kanannya tersenggol dengan badan truk sehingga korban jatuh terpeleset,” jelasnya.

Posisinya, korban jatuh dengan kepala yang mengarah ke kolong truk, sementara motor terpental sekitar 4 meter ke pinggir kiri jalan. Badannya telentang dan condong ke kiri, sehingga kepalanya langsung bertemu dengan ban kiri belakang truk. “Waktunya sangat cepat jadi tidak sempat mengelak lagi,” terang Ari.

Seketika, kepala korban rata dengan jalan dan tewas di tempat.

Korban yang mengenakan kemeja kotak-kotak biru tua, celana jins bewarna hitam, dan jam tangan berwarna merah di tangan kanannya itu, nyatanya mengenakan helm namun tidak memasang tali pengaman.

“Sewaktu jatuh helmnya langsung lepas, makanya kepalanya hancur terlindas,” ungkapnya.

Truk molen dengan nomor polisi BP 9876 ZE itu, langsung menepi. Tidak lama, rekan korban yang juga mengendarai motor namun berada di depan korban saat diperjalanan sebelum kejadian, kembali balik ke belakang untuk memastikan siapa yang baru saja mengalami kecelakaan.

“Teman korban itu menghampiri. Dia panik karena rupanya korban adalah temannya. Dia langsung sibuk menelepon,” ujar Ari melihat dari tempat bengkelnya itu.

Ia mengaku tidak berani membantu. Warga sekitar pun hanya bisa melihat sebelum polisi tiba. “Kira-kira 20 menit kemudian polisi datang, mayat langsung ditutup dengan terpal,” ucapnya.

Untuk melancarkan kembali arus lalu lintas, korban langsung diangkat dan dibawa ke tempat yang belum diketahui pastinya. “Kayaknya dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Batamcenter, karena itu yang terdekat,” pungkas Ari. (cr15/bp)

Respon Anda?

komentar