Truk penganjut solar terjun kedalam jurang, Bukit Cikapur, Singkep, Rabu (26/10). Brigadir Rendi memeriksa kondisi sekitar.  F Wijaya Satria/Batam Pos
Truk penganjut solar terjun kedalam jurang, Bukit Cikapur, Singkep, Rabu (26/10). Brigadir Rendi memeriksa kondisi sekitar.
F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Truk pengangkut solar untuk bahan bakar pembangkit listrik milik PLN terjun ke dalam jurang dengan kedalaman 10 meter dari jalan di Bukit Cikapur, kilometer 9, Desa Batu Kacang, Singkep, Rabu  (26/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Tak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun 6 ton solar tercurah ke dalam hutan.

Menurut Polantas Polres Lingga, Brigadir Rendi yang ada di lokasi, laka tunggal tersebut terjadi setelah mobil bernomor polisi BP 8001 LU yang dikendarai Abdullah, 53, itu mendaki tanjakan di kawasan jalan Bukit Cikapur dari arah Sungai Buluh menuju Dabo Singkep. Belum sampai ke puncak tanjakan, mendadak truk tersebut mengalami mati mesin.

“Sudahlah mesin mati, rem juga tidak kuat sehingga tidak dapat mencegah berat beban solat, truk tertarik turun ke bawa tanjakan dengan laju,” kata Rendi ketika ditemui mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Rendi menambahkan, setelah truk pengangkut solar itu melaju kencang dengan kondisi mundur, supir tidak dapat mengendalikan mobil tersebut dan akhirnya menghantam pembantas jalan dan masuk ke dalam jurang.

Di lokasi, mobil terlihat nyungsep kedalam jurang dengan posisi kepala mobil berada di atas. Sedangkan, penutup tangki bagian atas terus mengeluarkan muatan solar yang dibawa mobil tersebut. Evakuasi mobil masih menunggu bala bantuan dengan alat berat yang dapat menarik mobil ke atas.

Selanjutnya, Abdullah supir truk solar nahas itu dibawa ke Kantor Satlantas Polres Lingga untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, sejumlah pengendara yang sering melihat mobil pengangkut solar itu melintas mengangkut solar mengatakan jika mobil tua tersebut tidak layak untuk mengangkut beban yang berat lagi. Namun selama ini mobil tersebut masih digunakan padahal dapat membahayakan pengendara lainnya.

“Kalau saja mobil itu menghantam kendaraan lain, bisa fatal akibatnya. Masih saja kendaraan setua itu digunakan,” kata salah satu warga yang sempat berhenti dan melihat truk nyungsep ke dalam jurang. (wsa)

Respon Anda?

komentar