2017 Ujian Nasional SMP dan SMA/SMK Dihapus

3755
Pesona Indonesia
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto: istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menghapuskan ujian nasional (Unas) mulai dari tingkat SMP sederajat hingga SMA/SMK sederajat.

Namun, penghapusan unas ini hanya untuk sekolah-sekolah yang berada di atas standar nasional nilai integritas dan skor akademiknya.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan unas selama ini bertujuan untuk pemetaan sekolah secara nasional.

Sejauh ini, sudah banyak sekolah yang levelnya sudah di atas standar nasional yang telah ditetapkan berdasarkan nilai integritas dan skor akademik.

Data Kemendikbud, jumlah sekolah  yang standarnya sudah di atas standar nasional mencapai 30 persen. Itu artinya, bakal ada sekitar 29 ribu sekolah yang bebas dari ujian nasional mulai 2017.

“Lah, kalau sudah begitu apakah sekolah-sekolah itu harus ikut ujian nasional lagi? Ikut dipetakan lagi? Itu kan ga perlu,” ujar Muhadjir.

Sekadar mengingatkan, tahun ini jumlah sekolah jenjang SMP dan SMA sederajat yang menjalankan ujian nasional mencapai 97.952 unit.

Terkait rencana penghapusan ujian nasional itu, Muhadjir langsung menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (25/10/2016) kemarin di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara. Salah satu pembicaraan tentang modifikasi pelaksanaan unas.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuturkan sekolah di atas standar nasional itu perlu diberi penghargaan.

Dia memastikan kalau 30 persen sekolah itu tidak perlu ujian nasional lagi.

“Dengan begitu kita bisa menghemat biaya, dan biaya itu bisa kita gunakan untuk treatmen itu,” ungkap dia.

Muhadjir menyebut kebijakan tersebut masih akan didiskusikan dengan banyak pihak. Tapi, keputusan tersebut akan segera dilakukan.

Penghapusan ujian di sekolah di atas standar nasional itu dianggap tidak akan memperlebar kesenjangan antar sekolah.

“Ya memang sekarang sudah senjang kok gimana,” tambah dia.

Dia kembali mengungkapkan selama ini unas ditujukan untuk pemetaan sekolah secara nasional.

Sehingga pemerintah bisa tahu kondisi sekolah dan memberikan langkah-langkah perbaikan sesua kebutuhan.

Misalnya dalam unas nilai matematika di satu sekolah jelek. Nah, itu akan dicari apakah persoalan pada kualitas guru.

“Atau IPA misalnya masih jelek sekali, kualitas laboratroiumnya kurang memadai, ya laboratoriumbnya kita benahi,” kata dia. (JPG)

 

Respon Anda?

komentar