Ayo, Berikan Suaramu pada Ajang World Halal Tourism Awards 2016

571
Pesona Indonesia

halal“Pariwisata termasuk dalam creative industry, karena di pariwisata pun kita bisa jadi pemenang,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. Menpar Arief Yahya berulang kali menyebut bahwa kita adalah bangsa pemenang.

Termasuk dalam kompetisi Wisata Halal Dunia yang sudah mulai mengumpulkan suara melalui poling di website resmi http://bit.ly/VOTEindonesia . Saatnya, bergerak bersama untuk memenangkan 12 kategori, dari 16 nominator yang diperlombakan di ajang World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016. Setelah melalui proses diskusi yang alot dengan dewan juri di England, maka ada 12 wakil Indonesia yang ikut pemungutan suara.

“Tahun lalu, 2015 kita juara dengan 42 ribu suara. Di Kompetisi Wisata Halal Nasional, yang digelar tim percepatan Wisata Halal lalu, ada 115.462 suara, hampir tiga kali lipat dari suara yang di vote oleh seluruh dunia, WHTA2015. Karena itu, saya makin optimis tahun bisa memenangi kompetisi tersebut,” kata Arief Yahya, yang kemarin menunjuk tim pemenangan Voting World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016.

Tim itu diketuai Don Kardono, wakil Vita Datau Messakh, dengan anggota para rector dan kepala Politeknik Pariwisata di bawah lingkungan Kemenpar, Putu Ngurah (Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara), Ni Wayan Giri Adnyani (Sesdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara), Cecep Rukendi (Setmenpar) dan Taufan Rahmadi (anggota Tim Percepatan Wisata Halal). Tim ini langsung bergerak untuk mengajak public membantu vote melalui semua network yang dimiliki. “Silakan klik dan pastikan suara Anda menambah point peringkat Indonesia,” kata dia.

Menpar Arief sudah menetapkan 3 kota di Indonesia yang diformat sebagai destinasi wisata halal. Yakni Lombok NTB, Nangroe Aceh Darussalam, dan Sumatera Barat. Namun, ada banyak kategori yang memungkinkan daerah lain tampil. Yang dimaksud dengan wisata halal, atau moslem friendly dan juga dikenal sebagai wisata keluarga, family tourism itu adalah bagian dari industri pariwisata yang menggunakan prinsip halal. Misalnya, minuman dan makanan halal dan tersertifikasi oleh lembaga yang berwenang, ada fasilitas tempat ibadah, di kolam renang atau pantai dipisahkan pria dan wanita, ada info jadwal shalat, arah kiblat dan semua hal yang terkait ibadah.

Dari tahun ke tahun, yang paling dominan di Wisata Halal ini adalah Malaysia, Thailand dan Turki. Thailand memang bukan Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi jumlah wisman dari Timur Tengah yang ke sana 300% lebih banyak dari yang ke Indonesia.

“Karena intinya ada di services. Mana yang bisa menyediakan pelayanan yang bagus, bersih, nyaman, pasti akan dicari customers. Itu rumusnya,  ukan soal agama mayoritas,” ujar Arief Yahya.

“Alhamdulillah kita banyak yang lolos. Sebenarnya pembahasan berjalan agak alot karena jumlah calon nominator yang didaftarkan cukup banyak, satu kategori saja bisa mencapai jumlah lebih dari 80 calon nominator. Karenanya Dewan Juri membutuhkan lebih banyak waktu. Karenanya Pengumuman yang dapat menjadi nominator diundur sampai paling lambat Senin, 24 Oktober 2016 malam waktu UK, England,” jelas Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar RI.

Tidak hanya itu, masa voting tahun ini juga akan melewati 2 tahap, dari semua nominator akan memasukan tahap pertama hingga 6 November mendatang, selanjutnya pada tahap kedua akan ada dipilih 5 nominator sekaligus menjadi finalis berikutnya untuk memasuki masa voting hingga 25 November.

”Cara vote, klik, lalu isi biodata singkat, satu email dan kemudian ikuti daftar pertanyaan yang pilihan jawabannya ada di bawahnya. Ayu dukung semua wakil Indonesia agar menjadi yang terbaik,” harap pria yang biasa disapa Sofyan itu.

Riyanto Sofyan yang tahun lalu juara WHTA2015 dan mewakili Hotel Sofyan Betawi itu untuk kategori Hotel Halal itu yakin, jika berkolaborasi bersama, seluruh kekuatan yang ada, maka Indonesia berpotensi mendominasi juara. Dia setuju dengan Menpar Arief Yahya, bahwa nomor satu adalah layanan atau services. Kedua, legalitas atau sertifikat halal itu penting, meskipun semua orang Indonesia sudah paham dan tidak perlu ditanya lagi, bahwa makanannya pasti sudah halal.

Terpisah, bagi Aceh masuk nominasi merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah yang bisa disebut Serambi Makkah itu. Itu artinya Aceh dapat bersaing dengan beberapa kota destinasi wisata terbaik dunia dalam kompetisi tersebut, seperti Madinah, Makkah, Kairo, Kordoba, Istanbul, Kazakhstan, dan lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat harus optimis bahwa Aceh akan berhasil mengikuti ajang internasional tersebut. “Hal ini sesuai dengan pesan Pak Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, bahwa bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat,” ujar Reza.

Reza menambahkan, Aceh akan berhasil dan menang bila kita cepat bergerak, tepat dan kompak dalam mendukung Aceh sebagai ‘World’s Best Halal Cultural Destination’.

“E-voting WHTA akan berlangsung selama 2 putaran. Putaran pertama mulai 25 Oktober hingga 6 November 2016, untuk memilih para nominasi menjadi shortlist 5 finalis (Top 5) dan dilanjutkan e-voting untuk putaran kedua pada tanggal 7 hingga 25 November 2016, untuk menentukan pemenang yang akan diumumkan pada WHTA tanggal 7 Desember 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,” kata Reza.

Sekedar informasi, panduan dalam mengisi dukungan adalah sebagai berikut bisa klik lalu isi biodata singkat dan kemudian klik list nominator di masing-masing kateogori dan piilih nominator dari Indonesia sebagaimana daftar di atas lalu klik SUBMIT.Setelah berhasil Anda akan mendapatkan email berisi, “Thank you for submitting your votes for the World Halal Tourism Awards 2016.

Inilah 12 nominator Indonesia yang masuk dalam WHTA 2016:

vote

Respon Anda?

komentar