Guru Honorer di Batam Dirumahkan, Ini Sebabnya

1467
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 49 orang guru honorer Pemko Batam dirumahkan. Jumlah ini lebih sedikit dibanding usulan awal yang mencapai 59 orang.

“Kita istirahatkan dulu sampai proses pembahasan APBDP 2016 selesai,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Rabu (26/20/2016).

Menurut Muslim, tenaga honorer yang sudah mereka ajukan lagi berjumlah 10 orang. Mereka merupakan tenaga pengajar di tingat sekolah menengah atas dan kejuruan.

“Awalnya memang 59 orang, tapi 10 orang sudah kita panggil lagi,” katanya.

Dirumahkannya guru honorer ini, bukan tanpa sebab. Pembayaran gaji menjadi alasan paling utama Dinas Pendidikan. “Kalau kita paksakan ngajar, uangnya dari mana? Masak orang bekerja gajinya tak dibayar. Makanya kita rumahkan dulu,” ucap Muslim lagi.

Ditambahnya, ke-49 guru honorer ini merupakan tenaga pengajar yang direkrut Juli 2016 atau pada saat penerimaan peserta didik baru lalu. Apalagi saat itu beberapa sekolah SMA dan SMK banyak menambah kelas baru. Yang berimbas pada penambahan tenaga didik.

“Awalnya kan gaji mereka dari uang SPP. Karena tak ada lagi penarikan uang SPP, makanya saya ambil kebijakan, dimana guru-guru honorer yang baru direkrut tersebut dirumahkan dulu. Karena tak mungkin memasukan dengan anggaran saat ini,” paparnya.

Muslim mengaku tak ingin mengambil resiko karena sifat guru honorer ini, kerja dulu baru dibayar.

“Kita khawatir, ketika mereka sudah bekerja, malah anggarannya belum disahkan. Yang terjadi apa, kan imbasnya pada kinerja dan belajar mengajar,” ucapnya.

Namun demikian, ia mengaku akan memanggil kembali ke-49 guru honorer itu setelah disahkannya APBD perubahan Kota Batam.

“Kita akan panggil lagi, dan gaji mereka nanti akan jelas karena sudah dianggarkan di APBD perubahan,” tuturnya.

Sumber Batam Pos di DPRD Kota Batam menyebutkan, dirumahkannya 59 orang guru honorer ini terindikasi karena tidak memenuhi syarat administrasi. Salah satunya tanda tangan Kepala Dinas yang ada di Surat Kerja (SK) mereka yang bodong alias dipalsukan.

“Kalau mau saya kirimkan nama-namanya (guru yang dirumahkan itu) Kebanyakan yang mengajar di SMA dan SMK,” ujar Sumber tersebut.

Menurutnya, guru honorer tersebut sudah dirumahkan sejak satu minggu yang lalu. “Kepala dinas tidak mengakui, kabidnya juga. Jadi siapa yang memalsukan ini, kita masih selidiki,” ucapnya. (rng)

Respon Anda?

komentar