Harga Rumah Naik Picu Inflasi di Batam

1335
Pesona Indonesia
Perumahan Cipta Residence Nagoya. Foto: Ist
Ilustrasi salah satu perumahan di Batam. Foto: Ist

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam mencatat inflasi Kota Batam pada bulan Septembersebesar 0,35 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada semua kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Batam, Rahayudin mengatakan, inflasi tertinggi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Disusul, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa.

“Ini disebabkan karena adanya kenaikan biaya rumah, harga rumah, tarif listrik, dan sewa rumah yang berdampak kepada daya beli masyarakat menjadi turun (inflasi),” ujar Rahayudin, Rabu (26/10/2016).

Ketika inflasi tinggi, maka daya beli masyarakat turun karena harga barang-barang naik. “Contoh uang Rp 100 ribu sekarang, ketika terjadi inflasi tak sama (daya belinya) dengan Rp 100 ribu bulan depan,” ucapnya.

Jika terjadi kenaikan pada IHK kelompok pengeluaran, sebaliknya kelompok bahan makanan malah mengalami penurunan indeks sebesar 1,01 persen. Penurunan juga terlihat pada kelompok sandang, pendidikan, rekreasi dan olahraga yang tercatat hanya sebesar 0,11 persen.

Lebih lanjut ia menambahkan, inflasi tahun kelender Batam untuk periode Januari-September 2016 adalah sebesar 2,28 persen. Laju inflasi year on year (yoy) September 2016 dengan September 2015 sebesar 3,14 persen.

Dari 23 kota di Sumatera, tercatat 19 kota mengalami inflasi dan 4 kota deflasi selama September 2016 ini. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Bengkulu 0,07 persen.

Sebaliknya, deflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 0,68 persen dan deflasi terendah di Bungo sebesar 0,06 persen. “Batam menduduki peringkat 13 dari 19 kota yang mengalami inflasi di Sumatera,” tuturnya. (rng)

Respon Anda?

komentar