Imigran Somalia: Perompak di Negerinya Memang Meresahkan

550
Pesona Indonesia
Perompak Somalia menyandera WNA. Foto: istimewa/viva
Perompak Somalia menyandera WNA. Foto: istimewa/viva

batampos.co.id -Pembebasan 26 ABK Kapal Naham 3, termasuk empat WNI yang salah satunya berasal dari Batam bernama Sudirman setelah disandera perompak di Somalia hampir lima tahun, pasti menimbulkan trauma tersendiri.

Lalu seperti apa kekejaman perompak di Somalia?

Seorang imigran asal Somalia, Abdullah Abdi Ali, 35, yang kini tinggal di Taman Aspirasi Batam, saat ditemui Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), mengatakan aksi perompakan di negara asalnya itu memang cukup meresahkan. Tidak saja bagi warga setempat, masyarakat dunia juga mencemaskan aksi para perompak tersebut.

“Aku benci, mereka mencuri (rompak, red),” katanya saat ditemui di Taman Aspirasi Batam, Rabu (26/10/2016).

Kata dia, perompak Somalia terkenal sangat keji. Mereka tak pandang bulu dalam memilih target. Bahkan warga Somalia pun kerap menjadi sasaran.

“Tapi sekarang tak lagi,” katanya.

Walau demikian, dia mengaku tak banyak tahu tentang keberadaan perompak-perompak tersebut. Pasalnya, tempat tinggalnya cukup jauh dari lokasi perompak. Mereka tinggal di daerah pertanian, sementara perompak-perompak di laut dan tidak ke darat.

“(Perompak) berputar cari sasaran, kalau lihat kapal lemah dibajak, aku nggak tahu (hasil rompak) buat apa,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perompak Somalia menyandera kapal Naham 3 pada Maret 2012 silam. Di dalam kapal tersebut terdapat 29 penumpang. Terdiri dari satu kapten dan 28 anak buah kapal (ABK).

Dari 28 ABK tersebut terdapat lima WNI. Yakni Elson Pesireron dari Ambon, Sudirman dari Batam, Supardi dan Nasirin asal Cirebon, dan Adi Manurung asal Medan.

Kapten kapal yang merupakan warga Taiwan ditembak mati oleh perompak. Sementara tiga sandera yang terdiri dari satu WNI bernama Nasirin dan dua warga Taiwan meninggal selama disandera selama hampir lima tahun.

Sehingga jumlah sandera tersisa 26 orang. Mereka akhirnya dibebaskan pada Sabtu (22/10/2016) lalu. (cr15/cr13)

Respon Anda?

komentar