Jessica Divonis Penjara 20 Tahun

899
Pesona Indonesia
Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso divonis penjara 20 tahun oleh Majelis Hakim pada persidangan putusan, Kamis sore (27/10/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso divonis penjara 20 tahun oleh Majelis Hakim pada persidangan putusan, Kamis sore (27/10/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id -Prediksi Jessica Kumala Wongso divonis bebas ternyata meleset. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat malah menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Majelis hakim menilai, Jessica dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin.

“Menyatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana,” kata Ketua Majelis Hakim Kisworo saat membacakan amar putusan di PN Jakpus, Kamis sore (27/10/2016).

Hukuman tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam vonis ini, hakim memiliki pertimbangan yang meringankan dan memberatkan. Untuk yang memberatkan, perbuatan Jessica telah mengakibatkan meninggalnya Wayan Mirna Salihin, perbuatan Jessica dinilai sadis, dan tidak menyesali perbuatannya.

“Yang meringankan, terdakawa masih berusia muda dan diharapkan bisa memperbaiki diri di masa yang akan datang,” ujar Hakim Kisworo.

Hakim menyatakan unsur pembunuhan berencana yang dilakukan terdakwa sudah terpenuhi.

Hakim Binsar Gultom yang membacakan sebagian putusan setebal 377 halaman mengatakan syarat pembunuhan berencana itu ditunjukan dengan tindakan terdakwa memesan es kopi Vietnam sebelum korban tiba di kafe Olivier.

“Menimbang sebagai bukti bahwa terdakwa sudah merencanakan pembunuhan ini secara matang. Menimbang dari perencanaan, terdakwa mengatur waktu dalam waktu yang singkat untuk memanfaatkan rencana reuni untuk melakukan pertemuan dengan Mirna dengan memesan kopi lebih dulu,” kata hakim Binsar Gultom.

“Dengan begitu menurut majelis hakim unsur pembunuhan berencana telah sah,” lanjut Binsar.

Lebih lanjut, majelis hakim berkeyakinan bahwa Jessica merupakan sosok yang paling bertanggung jawab karena menguasai keberadaan es kopi vietnam dalam waktu yang lama.

“Majelis hakim berkeyakinan bahwa yang paling menguasai gelas kopi adalah terdakwa. Menimbang berdasarkan fakta, majelis hakim menilai dan menimbang terdakwa sudah memikirkan secara tenang,” lanjut Binsar.

Hakim juga menyebut cara Jessica membayar minuman lebih dahulu adalah hal yang tidak lazim.

“Terdakwa sudah melakukan pembayaran saat Mirna belum datang, itu merupakan keanehan. Ada apa di balik itu kerena menurut kelaziman pertemanan, bukankah lebih enak bersama-sama,” ujar dia.

Hakim Anggota Binsar Gultom menyatakan Jessica paling patut diduga kuat memasukkan sianida ke dalam kopi Wayan Mirna Salihin. Sebab, Jessica jadi orang yang paling lama menguasai es kopi Vietnam yang diseruput Mirna.

“Kelompok penyaji, penyidik Polri, dan pemesan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Ini sama-sama berpeluang memasukan sianida,” kata Binsar.

Binsar lalu merinci potensi ketiga kelompok itu, mana yang paling besar berpeluang memasukkan sianida ke gelas kopi.

Menurut logika, kata Binsar, kelompok penyaji kopi tidak masuk akap jika memasukkan sianida ke es kopi Vietnam Mirna. Sebab, jika sianida sudah dimasukkan lebih dulu, pada saat menyajikan kopi di depan Jessica, tentu akan ada perubahan pada kopi tersebut.

“Menurut tayangan CCTV, ketika disajikan tanpa adanya perubahan warna kopi,” kata Binsar.

Kemudian, kalaupun penyaji kopi memasukkan sianida, otomatis, barang bukto sisa kopi Mirna tak bakal dibiarkan diambil penyidik. Sisa kopi itu boleh jadi langsung dibuang untuk menghilangkan jejak.

Selain penyaji kopi, pihak penyidik Polri juga disebut berpeluang memasukkan sianida ke kopi Mirna. Melihat fakta persidangan, utamanya keterangan saksi Hani Juwita, Manajer Kafe Devi Siagian, dan pegawai kafe Olivier lainnya.

Khusus Hani dan Devi, yang sempat mencicipi dan mencium kopi Mirna, menyatakan kalau adanya perubahan bau kopi dan warna. Kesaksian keduanya didukung dengan kondisi korban yang menunjukkan adanya ketidaknyamanan.

“Korban mirna langsung mengibas-ngibas mulut. Ini dapat disaksikan dan terekam di CCTV. Fakta tersebut berarto sianida sudah ada jauh sebelum penyidik polri memerika sisa kopi,” ungkap Binsar.

Pihak ketiga yang paling berpotensi memasukkan sianida ke gelas kopi Mirna, adalah Jessica. Pemesan kopi Mirna itu dinilai hakim jadi satu-satunya orang yang paling berpeluang.

“Terdakwa menguasai lebih lama minuman kopi Mirna dari diletakkan hungga diseruput, sekitar 51 menit,” ungkap Binsar. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar