Korban Tewas Lakalantas di Kepri Naik, 9 Bulan 119 Orang, Mayoritas Usia Produktif

1507
Pesona Indonesia
Warga mencoba membangunkan Mulyono, pemotoryang ditabrak Bimbar, namun ternyata Mulyono tewas ditempat, Senin (12/9/2016). Foto: Defrizal/posmetro
Warga mencoba membangunkan Mulyono, pemotoryang ditabrak Bimbar, namun ternyata Mulyono tewas ditempat, Senin (12/9/2016). Foto: Defrizal/posmetro

batampos.co.id – Kepala Cabang Jasaraharja Kepri, Haryo Pamungkas mencatat ada kenaikan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Kepri tahun ini sebesar 43 persen.

Hingga akhir September 2016, tercatat sudah 119 orang tewas akibat lakalantas. Jumlah tersebut masih bakal terus bertambah hingga akhir tahun. Namun Haryo berharap tak ada lagi tambahan lakalantas.

Haryo menyebutkan, tahun 2015 korban tewas lakalantas di Kepri tercatat 103 orang.

“Bila dihitung dalam prosentase, jumlah kenaikan angka lakalantas sebesar 43 persen,” kata Haryo, Rabu (26/10/2016).

Itu baru korban tewas. Korban luka-luka lebih banyak lagi. Jika tahun 2015 tercatat 237 orang, tahun ini (Januari-September) tercatat 406 orang yang mengalami luka-luka.

Korban yang meninggal dan luka-luka tersebut, disantuni oleh pihak Jasaraharja.

“Jumlah santunan juga naik, dimana pada tahun lalu kami mengeluarkan biaya santunan sebesar Rp 4,1 miliar. Tahun ini, kami sudah mengeluarkan biaya santunan Rp 5,9 miliar,” ucapnya.

Haryo mengungkapkan fakta, bahwa kebanyakan korban lakalantas usia produktif. “Usia 15 hingga 35 tahun,” ucapnya.

Selain itu, rata-rata yang meninggal tersebut adalah laki-laki dan merupakan kepala keluarga.

Hal ini cukup membuat miris, sebab hal ini akan membuat ekonomi keluarga yang ditinggalkan jadi tak menentu.

“Tak ada lagi tulang punggung keluarga, sehingga kecelakaan kadang juga menyumbangkan goncangan ekonomi dalam keluarga,” ungkapnya.

Kedepannya ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap peraturan lalulintas sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan saat berkendara. Selain itu ia meminta semua orang peduli akan keselamatan berlalulintas dijalana.

“Ini bukan peran saya, atau polisi saja. Tapi semua orang harus saling peduli,” ujarnya.

Untuk meningkatkan penanganan terhadap korban lakalantas, pihak Jasaraharja telah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Selain itu, kata Haryo pihaknya juga bekerjasama dengan 15 rumah sakit yang ada di Kepri.

“Mudah-mudahan penanganan terhadap korban lakalantas menjadi lebih baik ke depan. Santunan diberikan juga bisa lebih lancar,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar