Iklan
Tim Inafis Polresta Barelang Brigadir Bernat Gultom (Kiri), Kanit Identifikasi  Bripka Zulheri (Tengah) dan dr. Leonardo Polda Kepri saat olah tempat kejadian perkara penemuan tengkorak manusia di Seitemiang, Sekupang, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Tim Inafis Polresta Barelang Brigadir Bernat Gultom (Kiri), Kanit Identifikasi Bripka Zulheri (Tengah) dan dr. Leonardo Polda Kepri saat olah tempat kejadian perkara penemuan tengkorak manusia di Seitemiang, Sekupang, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tulang belulang yang diduga berjenis kelamin wanita muda ditemukan di dalam hutan mata kucing atau tepatnya di dekat kolam air Temiang, Sekupang, Selasa (25/10/2016) malam. Tulang belulang ini ditemukan secara acak.

Iklan

Tulang belulang pertama kali ditemukan oleh Darma dan Said Efendi. Keduanya memasuki hutan untuk mencari kayu dan digunakan dalam persiapan acara Laskar Melayu Bersatu (LMB).

“Kita dapat laporan dari warga ada penemuan tulang. Dari lokasi juga ditemukan baju,” ujar Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Afrizon.

Usai penemuan tulang tersebut, Tim Identifikasi Polresta Barelang melakukan olah tempat perkara. Dari lokasi, polisi menemukan tulang belulang yang terdiri dari tengkorak, tulang kaki dan tangan serta pinggul. Tulang ini ditemukan secara acak sejauh 10 meter.

Selain itu menemukan, jaket berwarna merah, baju kaos berwarna ungu, rok warna coklat bermotif batik. Pakaian ini ditemukan secara acak.

“Semua barang bukti dan tulang dibawa ke rumah sakit (RS Bhayangkara) untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Afrizon.

Afrizon menambahkan belum mengetahui identitas jasad tersebut. Ia juga belum bisa menyimpulkan motif tewasnya wanita itu.

“Tunggu hasil pemeriksaan dulu. Apakah dibunuh belum bisa kita simpulkan,” tegas Afrizon.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan dari hasil autopsi sementara, dari tulang tersebut tidak ditemukan resapan kekerasan.

“Tidak ada ditemukan tanda kekerasan dan tidak ada resapan pada tulangnya,” ujar Memo.

Memo menambahkan jasad wanita ini diperkirakan tewas 3-6 bulan yang lalu. Sebab, pada tulang tersebut tak menyisakan daging.

“Perkiraan tewasnya sudah lama. Untuk lebih lanjut masih dalam penyelidikan,” tegas Memo.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan dengan anggota keluarganya untuk melapor ke Mapolresta Barelang. Dimana ciri-ciri jasad tersebut mengenakan pakaian ungu, dan rok warna coklat.

“Kita menghimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan untuk segera melapor,” ucap Memo

Pantuan Batam Pos, lokasi penemuan tulang belulang ini berjarak 100 meter dari Jalan Diponegoro. Dugaan, tulang belulang berkelamin wanita ini sengaja dibuang ke lokasi. (opi/bp)