Barang Selundupan Senilai Rp 2,4 Miliar Dimusnahkan

1440
Pesona Indonesia
Pemusnahan barang tangkapan Bea Cukai di Karimun, Kamis (27/10/2016). Foto: Sandi/batampos
Pemusnahan barang tangkapan Bea Cukai di Karimun, Kamis (27/10/2016). Foto: Sandi/batampos

batampos.co.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri di Tanjungbalai Karimun pemusnahan berbagai jenis barang selundupan yang berhasil ditangkap dan sudah menjadi barang milik nelagara (BMN), Kamis (27/10/2016). Nilainya lebih dari Rp2,4 miliar.

”Barang-barang yang dimusnahkan ini yang sudah ada dasar hukumnya. Yakni, yang sudah ditentukan sebagai BMN dan barang rampasan untuk dimusnahkan berdasarkan keputusan majelis hakim. Barang-barang yang dimunahkan ini tentunya diimpor tidak sesuai ketentuan yang berlaku dengan nilai mencapai 2.414.988.000,” ujar Kepala kanwil Khusus DJBC Kepri, Farjiya.

Yang dimusnahkan kali ini, cukup banyak. Terdiri dari ratusan botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang dibawa masuk ke dalam negeri tanpa dilengkapi dengan dokukmen kepabeanan.

Ada juga minuman ringan, ratuasan kaleng cat impor dan makanan kaleng impor. Termasuk juga kasur dan pakaian bekas yang berasal dari luar negeri dan memang tidak dibenarkan untuk diimpor.

Selain melaksanakan pemusnahan, pihak BC juga memberikan hibah untuk dua kabupaten. Yakni, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga. Untuk tuan rumah (Kabupaten Karimun, red) pihaknya menghibahkan 2.350 karung bawang merah dengan nilai Rp 103,4 juta untuk Yayasan Panti Asuhan dan Pondok Pesanteren yang resmi dan tercatat di Dinas Sosial.

Barang Selundupan Senilai Rp2,4 Miliar Dimusnahkan
Barang Selundupan Senilai Rp2,4 Miliar Dimusnahkan

Sedangkan untuk Lingga pihaknya menyerahkan 20 unit tempat tidur bekas rumah sakit.

”Kita berharap barang yang kita hibahkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Seperti tempat tidur bekas rumah sakit, tentunya dapat digunakan untuk keperluan Puskesmas atau Puskesmas pembantu yang membutuhkannya.

Selain itu, untuk hibah dalam bentuk bawang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan catatan bawang tersebut tidak dijual lagi,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar