Beli Ayam Tak Sesuai Iklan, Resto Digugat

623
Pesona Indonesia
Ilustrasi: Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com
Ilustrasi: Wahyu Kokang/Jawa Pos

batampos.co.id – Anna Wurtzburger, perempuan asal Dutchess County, New York, punya keberanian sebagai konsumen. Ia berani  menggugat resto ayam goren cepat saji gara-gara dianggapnya telah membohongi.

Wurtzburger sangat murka ketika membeli se-bucket ayam goreng. Sebab, ayamnya cuma separo. Tidak sampai meluber ke bibir ember seperti yang ada di iklan.

Dia pun melayangkan tuntutan yang besarnya tidak tanggung-tanggung. Yakni, USD 20 juta atau setara Rp 260,25 miliar! Padahal, harga seember ayam itu hanya USD 20 atau Rp 260 ribu.

’’Ini pembodohan konsumen,’’ ucapnya kesal sebagaimana dikutip New York Times. Manajer kantor pusat jaringan makanan cepat saji tersebut menjelaskan, isi satu bucket memang hanya delapan potong ayam.

Tapi, kata Wurtzburger, bukan itu masalahnya.

’’Kalian bilang paket ini bisa cukup buat makan seluruh keluarga. Faktanya, cuma separo ember. Tidak cukup buat makan keluargaku. Potongannya kecil-kecil,’’ kata perempuan 64 tahun tersebut.

Agar masalah tidak berlarut, resto ayam goreng tersebut memberikan dua voucher senilai USD 70 (sekitar Rp 910 ribu). Tentu Wurtzburger ogah.

’’Ini soal prinsip. Mereka seharusnya tidak membohongi pelanggan,’’ tegasnya.

Resto tersebut menyatakan, klaim Wurtzburger tidak masuk akal dan meminta pengadilan membatalkan kasusnya.

Namun, perusahaan besar (terutama yang bergerak di bidang food and beverage) mestinya jangan main-main dengan konsumen. Ingat kan, kalau sebagian besar kerusuhan terjadi saat perut lapar? (len/c14/na/sep/JPG)

Respon Anda?

komentar