Festival Sungai Carang, Digagas Rida, Disorot Dunia

696
Pesona Indonesia
Festival Sungai Carang akan  ikut meramaikan Festival Bahari Kepri (BRK) Oktober mendatang. foto:dok
Festival Sungai Carang akan ikut meramaikan Festival Bahari Kepri (BRK). foto:dok

batampos.co.id – Tungkus lumus Rida K Liamsi mengangkat nama Tanjungpinang lewat Festival Sungai Carang (FSC) sejak tiga tahun lalu mulai membuahkan hasil. Sejumlah media asing ramai memberitakan kegiatan ini

Salah satunya Radio Telivisi Malaysia (RTM). Media tersebut gencar menyiarkan kegiatan FSC, terutama acara parade kapal hias Sungai Carang yang menjadi agenda utama.

“Kita patut berbangga kegiatan ini mengundang perhatian TV mancanegara. Bahkan versi mereka, ingin memasukan FSC sebagai salah satu parade kapal hias dunia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti, Kamis (27/10) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Menurut Guntur, pihak RTM ingin mencatatkan FSC dalam delapan parade kapal hias dunia. Bahkan RTM juga rela membatalkan rencana liputan mereka ke Chiang Mai, Thailand hanya untuk meliput parade kapal hias Sungai Carang, pada puncak Festival Bahari Kepri (BK) 2016, Sabtu (29/10) besok. Tentunya, ini akan melambungkan nama Tanjungpinang ke mancanegera.

“Harus kita akui, tanpa keberanian dan gagasan dari Rida K Liamsi mencetuskan FSC. Belum tentu Tanjungpinang punya spirit seperti ini,” sebut Guntur.

Ditambahkan Guntur, parade kapal hias Sungai Carang yang dikemas khusus malam hari, menjadi uji coba. Karena selama dua priode yang lalu, digelar siang hari. Guntur berharap, kali ini parade kapal hias Sungai Carang harus memberikan warna. Sehingga bisa menjadi magnet pariwisata Tanjungpinang ke depannya.

Terpisah, Budayawan Melayu, Rida K Liamsi menyambut baik respon yang diberikan pihak RTM, Malaysia. Menurut Rida Sungai Carang itu salah satu sungai di dunia yang mengandung jejak sejarah yang panjang. Peranya dalam kerajaan Riau-Lingga hampir 200 tahun. Sehingga wajar kalau pemerintah harus memberi perhatian keberadaan sungai itu sebagai salah satu warisan dunia, sama dengan Pulau Penyengat.

“Saya sangat bersedia, apabila mereka (RTM, red) ingin berdiskusi langsung terkait gagasan di balik lahirnya FSC,” ujar Rida singkat.

Sebelumnya, Rida mengatakan tujuan digagasnya Festival Sungai Carang adalah untuk mengangkat tradisi. Menurutnya peran Sungai Carang harus dihidupkan kembali, sehingga memberikan roh kehidupan bagi pembangunan pariwista Tanjungpinang ke depan. Sungai Carang harus diseret dari kebisuannya, karena sungai tersebut adalah harta karun yang belum terjamah.

“Tanjungpinang patut berbangga, karena memiliki Sungai Carang. Apalagi punya jejak sejarah yang panjang. Dulunya, di sana ada kehidupan selama 200 tahun yang sarat dengan sejarah,” ujar Rida K Liamsi.

Berangakat dari pemikiran tersebut, Rida tetap menginginkan nama FSC tetap lekat dan menjadi ikon. Sementara untuk tema bisa berubah-rubah seperti yang digagas saat ini “Sungai Cahaya”.

Menurut Rida, tahun pertama digelarnya FSC adalah laluan untuk mengangkat nama besar Sungai Carang. Masih kata Rida, Sungai Carang bisa menjadi even wisata yang istimewa, seperti sungai Malaka. Sehingga menjadi roh atau kekuatan wisata Tanjungpinang. Penggagas Yayasan Sanggang tersebut sangat sepakat even dragon boat race (DBR) digelar di Sungai Carang. (jpg/aat)

Respon Anda?

komentar