Hati-hati, Sekarang Banyak Pemerasan Online

827
Pesona Indonesia

ipad-388129_640batampos.co.id – Berhati-hatilah bila ada perempuan, biasanya cantik, tidak Anda kenal, namun meminta pertemanan via jejaring sosial macam Facebook, Twitter, atau semacamnya. Apalagi bila kemudian, intensitas hubungan online itu semakin mendalam. Jangan terlalu ge-er, bisa jadi, Anda adalah calon korban penipuan seks via online.

BBC menurunkan berita investigasi mengenai penipuan online yang melibatkan seks, ancaman, dan pemerasan. Yang mengejutkan, para korban penipuan tersebut sebagian besar lelaki keturunan Arab. Pelakunya, umumnya berasal dari Qued Zem, sebuah kota kecil di Moroko yang terkenal sebagai kota predator seks online.

Para penipu Oued Zem umumnya mencari korban via Facebook. Begitu mereka menemukan calon korban, hubungan intens yang berujung pemerasan pun dilakukan. Demi melancarkan aksinya, kontak pun dijalin tidak hanya via Facebook. Tetapi juga WhatsApp atau Skype.

Begitu sudah dekat dan seolah-olah menjadi pasangan kekasih online, pelaku akan meminta korban melakukan hal yang berhubungan dengan melepaskan pakaian, menunjukkan organ intim, atau bermastrubasi.

Biasanya, pelaku akan meminta korban melakukannya secara live via video call. Dan, umumnya, korban akan mengiyakannya karena pelaku juga melakukan hal yang sama. Yang tidak diketahui korban, pelaku tidak melakukannya. Mereka hanya menampilkan video porno yang umumnya memperlihatnya seorang perempuan sendirian sedang melakukan aktivitas seksual.

Korban yang terpesona, akan terpengaruh dan mengiyakan permintaan pelaku. Korban akan melakukan apa yang diminta dan menunjukkannya secara live lewat video call. Pelaku kemudian akan merekam aksi tidak layak untuk konsumsi publik tersebut sebagai alat pemerasan. Nanti, selang sehari atau dua hari aksi itu dilakukan, pelaku akan menelepon korban dan melancarkan ancamannya.

Ancamannya sadis. Mereka akan memposting video intim tersebut di media sosial, YouTube, atau membaginya ke e-mail pribadi korban. ”Kami memastikan korban menunjukkan wajahnya saat aksi itu dilakukan,” kata seorang pelaku yang mengaku bernama Omar.

”Setelah memiliki video itu, kami akan mengirimkannya secara privat dan mengancamnya. Dan, biasanya semua akan membayar tuntutan kami,” ujarnya. Omar punya calon korban favorit. Lelaki keturunan Arab.

”Poin kelemahan lelaki Arab adalah seks. Jadi, temukan kelemahan mereka dan gunakanlah. Kelemahan itu akan semakin kuat bila korban sudah menikah,” sambungnya.

Orang Arab, kata Omar, adalah orang yang religius. Korban yang dicari para penipu biasanya bertampang ala sheikh atau berfoto dengan membawa Al Quran. Jadi, video itu adalah aib yang tidak boleh tersebar. ”Kami try and error. Kami menghubungi mereka via Facebook. Ada yang berhasil ada yang tidak. Tetapi, sebagian besar berhasil,” katanya. Edan

Sehari, Omar bisa mendapatkan USD 500 (setara Rp 6,5 juta) dari pemerasan tersebut. Dan celakanya, bukan hanya Omar yang melakukannya. Ratusan lelaki muda dari Oued Zem juga melakukan hal yang sama.

BBC menemukan setidaknya ada 50 kantor transfer uang di Qued Zem. Salah seorang manager di kantor finansial itu mengatakan dalam sehari biasa ada transfer dengan total sampai USD 8.500 (setara Rp 111 juta),

Di Inggris, ada yayasan Wayne May yang menjalankan komunitas Scam Survivors. Mereka memberikan pendampingan untuk korban kejahatan pemerasan online seperti itu. Sejak 2012, ada 14 ribu kasus di seluruh dunia. Termasuk dari Inggris dan Amerika.

Dan, sebagian besar korbannya adalah lelaki Arab. Dan, sepertiga pelaku berasal dari Maroko. Jadi, berhati-hatilah bila ada permintaan pertemanan dari gadis cantik yang tidak Anda kenal. (*/tia/JPG)

Respon Anda?

komentar