Ibu Dibunuh, Ayah Dipenjara, Kasihan 3 Anak Batam Ini

4550
Pesona Indonesia
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Putu (Baju kemeja kotak-kotak) menggiring Syafrizal pelaku pembunuh istrinya syafrida di Polsek Lubukbaja, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Putu (Baju kemeja kotak-kotak) menggiring Syafrizal pelaku pembunuh istrinya syafrida di Polsek Lubukbaja, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id РPenganiayaan yang dilakukan Syafrizal terhadap istrinya Syafrida hingga tewas, Rabu malam (26/10/2016) di rumah mereka di Tanjunguma, Batam, menimbulkan duka mendalam bagi tiga anaknya. Apalagi aksi brutal itu dilakukan di depan anak-anak mereka.

Tak hanya trauma, tiga anak ini: Fit (4), Dea (10), dan Mai (6), kini hidup sebatang kara. Ibu tewas dan ayahnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menghabisi nyawa sang istri.

“Karena penganiayaan itu dihadapan anak-anak, jadi tahap awal kami pulihkan dulu psikologis mereka,”ujar Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial, Kamis (27/10/2016).

Erry menjelaskan pihaknya akan mendampingi sang anak dan menghadirkan psikolog. Termasuk mencari keberadaan keluarga sang anak.

“Kita langsung menemui anak-anaknya. Informasi yang didapatkan keluarganya tidak ada di Batam,” terang Erry.

Erry menjelaskan pihaknya juga akan membantu kelangsungan hidup sang anak. Seperti mencari keberadaan keluarga anak hingga menitipkan mereka di Panti Sosial Anak.

“Nanti akan kita bicarakan dengan sang anak. Jika ada keluarga terdekatnya, mana tau bisa dititipkan,” katanya.

Erry turut mengecam perbuatan bejat Syafrizal yang membunuh istrinya di hadapan sang anak. Ia meminta pihak kepolisian untuk menghukum pelaku dengan ancaman hukuman semaksimal mungkin.

“Ini bisa jadi pelajaran bagi orangtua anak yang lainnya. Kita minta proses hukumnya berjalan sesuai ketentuan,” papar Erry.

Sementara itu, Dea, anak bungsu korban mengaku sudah sering melihat ayahnya menganiaya ibu dan bapaknya. Di malam itu, ia melihat ayahnya memukul kepala ibunya menggunakan piring.

“Mama dipukul menggunakan piring, kemudian ditendang. Kakak (Fit) minta tolong ke luar,” ujar bocah 6 tahun ini.

Menurut Dea, penganiayaan yang dilakukan bapaknya itu hampir setiap hari terjadi. “Sudah sering (dianiaya). Dipukul dan ditendang,” paparnya. (opi)

Respon Anda?

komentar