Kurangi Risiko Kematian, Rumah Sakit Diminta Punya Bank Darah

1431
Pesona Indonesia
Bank Darah milik PMI Batam. Foto: istimewa
Bank Darah milik PMI Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Seluruh rumah sakit di Batam diminta memiliki bank darah. Tujuannya agar pasien yang mengalami pendarahan cepat tertolong, sehingga dapat mengurangi risiko kematian.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Chandra Rizal dengan adanya bank darah di rumah sakit, petugas medis tak lagi menunggu ada pasien, baru kemudian  mengambil darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Batam.

“Bank darah ada, jadi persiapan darah ada. Kalau ada pasien mengalami pendarahan, udah ada stok di bank darah, ya tinggal ambil saja,” katanya.

Menurut dia masih ada rumah sakit yang belum memiliki bank darah, namun Chandra enggan menyebutkan rumah sakit mana saja yang dimaksud.

“Sebagian (rumah sakit) belum ada (bank darah), tapi pada prinsipnya besok (Jumat hari ini, 28 Oktober) kita bertemu para direktur untuk membicarakan ini,” katanya.

Pertemuan membahas ketersediaan bank darah ini, lanjut dia, akan digelar di Markas PMI Batam Batamcenter. “Selama ini kalau ambil di PMI kan agak jauh,” tambahnya.

Selain upaya pertolongan untuk pasien yang mengalami pendarahan, adanya bank darah juga akan berdampak pada peningkatan kualitas rumah sakit.

“Kalau pelayanan bagus rumah sakit sendiri yang untung, makanya pelayanan harus dilengkapi dan prima,” ujarnya.

Berkurangnya resiko angka kematian pasien pendarahan, lanjut dia, juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Batam yang ingin mengurangi resiko kematian bayi dan ibu. (Cr13)

Respon Anda?

komentar